Pastikan Gertam Serentak Berjalan Lancar, Direktur Polbangtan Kementan Cek Kesiapan Lahan dan Teknologi di Jambi
6 jam yang lalu
Foto: Persiapan Gertam Tanjabtinm 1
Radarsuara.com - Gerakan Tanam (Gertam) serentak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, memasuki tahap akhir persiapan. Sejak Jumat pagi (18/9/2026), Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Yoyon Haryanto, memimpin langsung pengecekan kesiapan lokasi yang dipusatkan di Desa Simbur Naik, Kecamatan Muara Sabak Timur.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pendukung siap sebelum puncak pelaksanaan Gertam yang dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB. Tidak hanya memastikan kondisi lahan, tim Polbangtan Bogor juga melakukan uji coba jaringan komunikasi dan perangkat konferensi daring yang akan digunakan dalam dialog interaktif bersama jajaran pimpinan Kementerian Pertanian.
Dua aspek tersebut menjadi perhatian utama. Pertama, kesiapan fisik lahan yang akan digunakan untuk kegiatan tanam bersama petani dan kelompok tani. Kedua, kesiapan teknologi komunikasi untuk memastikan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat dapat berlangsung tanpa kendala.
Langkah ini menjadi bagian dari pengawalan Polbangtan Bogor terhadap program strategis pembangunan pertanian di wilayah Jambi. Sebagai institusi pendidikan vokasi pertanian, Polbangtan Bogor tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga turut hadir di lapangan untuk mendukung implementasi program pertanian sekaligus memastikan keterhubungan antara pengetahuan, teknologi, dan praktik usaha tani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya percepatan tanam sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan produksi pangan nasional.
Percepatan tanam, optimalisasi lahan, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat produksi dan menjaga keberlanjutan swasembada pangan.
“Percepatan tanam merupakan langkah penting untuk menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional. Setiap lahan yang dapat dimanfaatkan secara optimal harus memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan dan swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Mentan Amran dalam konteks percepatan tanam.
Penguatan produksi tersebut berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia pertanian. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas SDM yang mengelolanya.
BPPSDMP sendiri terus menempatkan penguatan penyuluhan, pelatihan, pendidikan vokasi, dan pengembangan kompetensi sebagai bagian dari pembangunan SDM pertanian. Penguatan SDM tersebut diarahkan untuk mendukung pertanian yang modern, produktif, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menilai keterlibatan pendidikan vokasi dalam kegiatan lapangan merupakan bagian penting dalam membangun keterkaitan antara proses pendidikan dengan kebutuhan pembangunan pertanian. Menurutnya, kegiatan seperti Gertam dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi pertanian dengan petani dan pemangku kepentingan di daerah.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, bersama tim turun langsung memastikan kondisi lahan siap digunakan untuk pelaksanaan tanam serentak. Pengecekan mencakup kondisi lahan olahan, kesiapan titik kegiatan, serta koordinasi dengan unsur pendukung yang akan terlibat dalam pelaksanaan Gertam.
Menurut Yoyon, kesiapan teknis menjadi faktor penting karena kegiatan Gertam bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya menggerakkan produktivitas pertanian secara nyata.
“Kami ingin memastikan seluruh persiapan benar-benar matang. Mulai dari kondisi lahan, koordinasi dengan petani dan kelompok tani, hingga kesiapan jaringan dan perangkat komunikasi. Semua harus dipastikan agar pelaksanaan Gertam dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” kata Yoyon.
Selain lahan, tim juga melakukan uji coba sinyal internet dan perangkat konferensi daring. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan dialog interaktif dengan jajaran pimpinan Kementerian Pertanian dapat berlangsung dengan baik dari lokasi kegiatan.
Kesiapan teknologi komunikasi menjadi semakin penting karena kegiatan pertanian saat ini tidak hanya membutuhkan kerja lapangan, tetapi juga koordinasi cepat antara pusat dan daerah. Pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pertanian yang lebih terintegrasi dan responsif.
Pelaksanaan Gertam di Desa Simbur Naik menjadi gambaran bagaimana program pertanian nasional diterjemahkan dalam kerja nyata di daerah. Petani, kelompok tani, pemerintah daerah, penyuluh, institusi pendidikan vokasi, dan berbagai unsur pendukung bergerak dalam satu rangkaian kegiatan.
Bagi Polbangtan Bogor, keterlibatan di Jambi sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi pertanian dalam mendukung program strategis pemerintah.
“Polbangtan Bogor akan terus berupaya hadir di tengah petani dan memastikan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kompetensi SDM yang kami kembangkan dapat memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan pertanian,” ujar Yoyon. (wsd)(*/Adv)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023