Malu Banget, Media Asing Beritakan Kasus MBG di Jawa Timur
2 jam yang lalu
Media asing beritakan keracunan MBG. (Foto: Tangkapan layar Daily Mail)
Radarsuara.com - Lebih dari 800 siswa di Jawa Timur dilaporkan mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan gratis yang disediakan pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kasus tersebut terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Sidoarjo dan Nganjuk. Di Sidoarjo, ratusan siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan yang dibagikan dalam program pemerintah. Sebagian di antaranya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Lebih dari 500 siswa di Indonesia bagian timur Pulau Jawa dirawat di rumah sakit karena keracunan makanan yang diduga disebabkan oleh makanan gratis yang disediakan pemerintah,” demikian laporan tersebut, dilansir Radar Suara dari media Daily Mail, Jumat (4/9/2026).
Daily Mail merupakan media berita yang berbasis di Inggris. Laporan itu menyebutkan bahwa program makanan gratis tersebut merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan tahun lalu untuk mengatasi kekurangan gizi dengan menyediakan makanan gratis bagi puluhan juta anak.
Program bernilai miliaran dolar tersebut, bagaimanapun, menghadapi sejumlah kontroversi, termasuk kasus keracunan makanan yang terjadi secara massal.
Di Sidoarjo, lebih dari 500 siswa dilaporkan jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan program MBG. Pemerintah daerah kemudian menghentikan sementara operasional dapur yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut dan melakukan penyelidikan.
Kasus serupa juga terjadi di Nganjuk. Puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan yang terdiri dari nasi goreng, ayam, dan tahu.
Pihak berwenang sebelumnya menyebut penyimpanan makanan yang tidak tepat serta keterlambatan distribusi makanan yang telah dimasak sebagai salah satu faktor yang kerap dikaitkan dengan kasus keracunan dalam program tersebut.
“Kasus-kasus keracunan makanan akan ditangani secara serius,” kata Kepala Badan Gizi Nasional dalam sebuah rapat dengan parlemen.
Program MBG diluncurkan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama anak-anak. Namun, pelaksanaannya terus mendapat sorotan menyusul munculnya sejumlah kasus keracunan makanan di berbagai daerah.
Menurut lembaga pemantau non-pemerintah Network for Education Watch, hingga 8 Agustus 2026 tercatat sekitar 37.600 kasus keracunan makanan yang dikaitkan dengan program tersebut.
Pemerintah sendiri tengah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program, termasuk dapur penyedia makanan, standar keamanan pangan, penyimpanan, serta mekanisme distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
Kasus terbaru di Jawa Timur kembali menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program makan gratis yang menyasar puluhan juta penerima manfaat tersebut.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023