Kolombia diguncang gempa terkuat abad 21. (Foto: Reuters)
Radarsuara.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026). Sedikitnya 111 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 1.400 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Gempa tersebut menjadi salah satu bencana gempa paling mematikan yang melanda Kolombia dalam beberapa dekade terakhir. Guncangan kuat menyebabkan kerusakan parah di sejumlah wilayah, termasuk Cali, Pereira, Quibdo, dan Manizales.
Pusat gempa berada di San Jose del Palmar, Departemen Chocó, sekitar 400 kilometer dari Bogota. Gempa tercatat berpusat di daratan dengan kedalaman sekitar 107 kilometer. Getarannya juga dirasakan hingga negara-negara di sekitar Kolombia, seperti Ekuador, Panama, dan Venezuela.
Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella menetapkan status darurat untuk mempercepat penanganan bencana, termasuk penyaluran dana pemulihan. Pemerintah juga mengerahkan sumber daya untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap warga yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
”Kami tidak akan membiarkan warga berjuang sendirian. Mereka ada di hati kami dan kami akan menangani kebutuhan warga dengan tekad bulat,” ujarnya, dikutip dari Reuters pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Layanan Geologi Kolombia menyebut gempa tersebut sebagai yang terkuat di negara itu pada abad ke-21. Setelah gempa utama, sedikitnya 21 gempa susulan dengan kekuatan lebih rendah tercatat mengguncang wilayah tersebut.
Espriella mengatakan keselamatan warga menjadi prioritas pemerintah. Operasi penyelamatan difokuskan pada wilayah yang mengalami kerusakan bangunan paling parah.
”Prioritas utama adalah menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan,” ucapnya.
Di Cali, kepulan debu terlihat setelah sejumlah bangunan mengalami keruntuhan. Sementara di Manizales, warga berhamburan keluar dari gedung ketika guncangan terjadi dan puing-puing mulai berjatuhan.
Kerusakan struktural juga dilaporkan terjadi di Pereira. Sejumlah bandara di wilayah terdampak untuk sementara menghentikan operasional guna memastikan kondisi infrastruktur dan keselamatan penerbangan.
”Jumlah korban jiwa dan tingkat kerusakan diperkirakan akan bertambah seiring tim penyelamat menjangkau lokasi terdampak dan pulihnya jaringan komunikasi,” tulis laporan tersebut.
Tim penyelamat bersama warga terus menyisir bangunan yang runtuh untuk mencari korban. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati karena kondisi sejumlah bangunan masih berpotensi mengalami keruntuhan lanjutan.
Petugas pemadam kebakaran di Cali, Mauricio Andrade, mengatakan timnya telah menemukan dan menyelamatkan empat orang dari sebuah bangunan yang runtuh, terdiri atas dua perempuan dewasa dan dua anak.
”Mereka masih hidup. Kami sedang membuat celah agar bisa membebaskan dan mengeluarkan mereka,” katanya.
Di Manizales, warga melaporkan kerusakan berat pada sejumlah bangunan. Salah satunya adalah menara katedral bergaya neo-gotik yang menjadi salah satu bangunan ikonik kota tersebut.
Warga setempat Jaime Zuluaga mengatakan kondisi kota sempat lumpuh setelah gempa. Warga memilih bertahan di luar rumah karena khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan.
”Arus lalu lintas lumpuh total dan warga enggan kembali ke rumah karena takut akan gempa susulan,” ujarnya.
Kondisi serupa dirasakan warga Quibdo, ibu kota Departemen Chocó. Julian Pena mengatakan dirinya langsung berlari keluar rumah ketika guncangan terjadi. Ratusan orang kemudian memenuhi jalan untuk menyelamatkan diri.
”Orang-orang berdoa di jalan. Situasinya sangat mencekam. Banyak bangunan yang mengalami keretakan. Ada pula bangunan yang runtuh total,” katanya.
Wilayah Pasifik Kolombia berada di kawasan Cincin Api atau Ring of Fire, yakni jalur aktivitas tektonik yang mengelilingi Samudra Pasifik dan dikenal sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas gempa tinggi di dunia.
Ahli seismologi dari Northwestern University, Amerika Serikat, Suzan van der Lee, mengatakan karakteristik gempa turut memengaruhi tingkat guncangan dan kerusakan yang ditimbulkan.
”Gempa ini terjadi jauh di bawah kerak bumi dan secara teori seharusnya tidak menyebabkan guncangan yang begitu hebat. Namun, dengan magnitudo sebesar ini, gempa tersebut justru menyebabkan guncangan yang kuat,” ujarnya.
Gempa berkekuatan besar sebenarnya tergolong jarang terjadi di wilayah tengah dan barat Kolombia. Gempa dengan magnitudo lebih dari 6 sebelumnya pernah menimbulkan korban besar, termasuk gempa bermagnitudo 6,2 yang mengguncang dekat Armenia pada 1999 dan menewaskan lebih dari 1.100 orang.
Penanganan bencana kali ini menghadapi tantangan geografis. Chocó merupakan salah satu wilayah termiskin di Kolombia dengan kondisi geografis berupa hutan lebat. Sejumlah daerah hanya dapat dijangkau menggunakan perahu atau pesawat sehingga proses pendataan kerusakan dan pencarian korban menjadi lebih sulit.
Respons internasional mulai berdatangan setelah gempa mengguncang Kolombia. Presiden El Salvador Nayib Bukele menyatakan negaranya siap membantu operasi kemanusiaan sesuai kebutuhan pemerintah Kolombia.
”Dari El Salvador, kami terus menjalin komunikasi dan siap memberikan dukungan segera melalui tim penyelamat, tenaga medis, paramedis, pasokan, maupun bantuan lain apa pun yang dianggap perlu oleh saudara-saudara kami di Kolombia,” kata Bukele.
Presiden Chile Jose Antonio Kast juga menyampaikan kesiapan negaranya memberikan bantuan. Chile merupakan salah satu negara yang memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi bencana gempa bumi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan pemerintah AS terus memantau perkembangan situasi dan menyatakan kesiapan memberikan dukungan kepada masyarakat Kolombia.
Uni Eropa turut merespons dengan mengerahkan layanan satelit Copernicus untuk mendukung operasi penanganan bencana dan membantu memperoleh gambaran mengenai wilayah yang mengalami kerusakan.
”Malam ini, hati Eropa tertuju pada rakyat Kolombia setelah gempa bumi hebat yang melanda wilayah Choco,” ujar Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023