Nasional

Siap Maju Jadi Ketum PBNU, KH Zulfa Mustofa Sebut Pengurus NU Harus Peka Kebutuhan Umat

9 jam yang lalu
KH Zulfa Mustofa. (Foto: NU Online/Suwitno)

Radarsuara.com - Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar Ke-35 NU mulai menghangat.

Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa menyatakan siap maju sebagai calon ketua umum apabila mendapat amanah dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

"Kalau aspirasi dari cabang dan wilayah meminta, itu sangat kuat. Saya tidak bisa menolak," ujar KH Zulfa Mustofa saat Bedah Ithafu Ummati Al-Muqtafa di Aula Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, dikutip dari nu.or.id pada Kamis, 23 Juli 2026.

Selain KH Zulfa Mustofa, sejumlah nama juga masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, di antaranya KH Yahya Cholil Staquf, KH Yusuf Chudlori, KH Nasaruddin Umar, KH Abdul Ghaffar Rozin, KH Abdussalam Shohib, KH Abdul Hakim Mahfudz, dan Gus Hery Haryanto Azumi.

KH Zulfa menuturkan perjalanan pengabdiannya di PBNU dimulai sejak 2010, mulai dari Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU, Katib Syuriyah PBNU, hingga dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum PBNU. Menurutnya, PBNU menjadi tempat yang membentuk tradisi keilmuan dan cara berpikirnya.

"PBNU adalah kawah candradimuka saya. Di sanalah saya belajar ushul fiqih, belajar ketelitian menulis, dan belajar cara berpikir para masyayikh," ungkapnya.

Ia menegaskan seorang pengurus NU harus memiliki kemampuan memahami agama secara mendalam sekaligus peka terhadap kebutuhan masyarakat.

"Seorang pengurus NU harus menjadi faqihun bi umuri dinihi sekaligus khabirun bi mashalihi khalqihi," katanya.

Menurut KH Zulfa, pemimpin NU tidak hanya dituntut memahami persoalan keagamaan, tetapi juga mampu membaca dinamika sosial dan kemaslahatan umat. Ia juga menilai NU perlu memberi ruang kepada kader yang dapat mengabdikan diri secara penuh kepada jam'iyah.

"Yang sudah di partai biarkan di partai. Yang sudah jadi menteri biarkan di kementerian. Tidak perlu dipaksa kemudian harus memimpin NU," ujarnya.

Dukungan terhadap pencalonan KH Zulfa juga disampaikan Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Abdullah Syamsul Arifin. Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir aspirasi dari berbagai PWNU dan PCNU terus mengalir agar KH Zulfa ikut dalam kontestasi kepemimpinan PBNU pada Muktamar Ke-35 NU.

"Beberapa bulan terakhir banyak pengurus wilayah dan pengurus cabang yang datang langsung kepada Kiai Zulfa dan meminta beliau ikut mengambil bagian dalam proses suksesi kepemimpinan di Nahdlatul Ulama," ujar KH Abdullah Syamsul Arifin.

KH Zulfa Mustofa lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1977. Ulama yang dikenal mendalami kitab kuning dan sastra Arab itu merupakan putra KH Muqarrabin dan Nyai Hj Marhumah Latifah, serta keponakan Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin.

Selain aktif berdakwah dan mengasuh Majelis Taklim Darul Musthofa sejak 2000, ia juga dikenal sebagai penulis sejumlah karya di bidang fikih, ushul fikih, dan metodologi fatwa.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...