Nasional

Kejar Panen Padi 12 Ton per Hektare, Gubernur Sulbar Kerahkan 525 Penyuluh Kawal PM-AAS

10 jam yang lalu
Kejar Panen Padi 12 Ton per Hektare, Gubernur Sulbar Kerahkan 525 Penyuluh Kawal PM-AAS. (Foto: Pusluhtan)

Radarsuara.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menargetkan peningkatan produktivitas padi hingga 10–12 ton per hektare melalui penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS).

Untuk memastikan program berjalan optimal, sebanyak 525 penyuluh pertanian dilibatkan dalam pendampingan dan pengawalan implementasi pertanian modern di lapangan.

Penguatan peran penyuluh tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Pendayagunaan Penyuluh Pertanian Provinsi Sulawesi Barat yang digelar di Gedung Auditorium Poltekkes Kemenkes Mamuju, Senin (13/7/2026).

Kegiatan mengusung tema “Penguatan Peran Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan melalui Pendampingan dan Modernisasi Pertanian” dan diikuti 525 penyuluh pertanian, 10 Brigade Pangan, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten se-Sulawesi Barat.

Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengatakan peningkatan produksi pangan akan ditempuh dengan memaksimalkan lahan yang sudah tersedia, salah satunya melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 1,4 menjadi 2.

“Target kita meningkatkan indeks pertanaman menjadi IP 2 agar frekuensi tanam dan produksi pangan meningkat,” kata Suhardi.

Menurutnya, peningkatan IP akan memungkinkan lahan pertanian ditanami lebih sering sehingga produksi pangan dapat meningkat tanpa harus membuka lahan sawah baru.

Suhardi juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian, terutama melalui peningkatan anggaran pupuk dan perbaikan tata kelola distribusi pupuk yang dinilai semakin memudahkan petani.

“Pertanian saat ini semakin baik. Ketersediaan pupuk juga semakin terjamin berkat kebijakan pemerintah bersama Menteri Pertanian yang meningkatkan anggaran pupuk dan mempermudah penyalurannya di daerah,” ujarnya.

Ia menilai penerapan PM-AAS menjadi peluang besar bagi Sulawesi Barat untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Melalui pemanfaatan teknologi modern, pendampingan penyuluh, serta pengelolaan lahan yang lebih efektif, produksi padi diharapkan dapat meningkat signifikan.

“Teknologi harus berjalan bersama pendampingan penyuluh agar petani dapat menerapkannya dengan baik di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dr. Ir. Idha Widi Arsanti, M.P., menegaskan bahwa penyuluh pertanian memegang peranan strategis dalam keberhasilan pembangunan pertanian nasional.

“Penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian karena menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan petani di lapangan,” ujar Idha.

Senada dengan itu, Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Eko Nugroho Dharmo Putro menekankan bahwa berbagai program peningkatan produksi, mulai dari peningkatan indeks pertanaman, optimalisasi lahan hingga penerapan PM-AAS, memerlukan pengawalan intensif dari penyuluh.

“Program tidak berhenti pada perencanaan, tetapi harus dikawal sampai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi di lapangan. Penyuluh harus menjadi pendamping, pemecah masalah, dan penggerak perubahan bagi petani,” tegas Eko.

Dalam upaya transformasi penyuluhan pertanian, Kementerian Pertanian juga mendorong para penyuluh untuk memperkuat pemanfaatan teknologi digital, meningkatkan kompetensi, serta aktif mendampingi petani dalam berbagai program strategis, mulai dari peningkatan luas tambah tanam, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, pengawalan pupuk bersubsidi hingga penguatan kelembagaan petani.

Rakor tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Percepatan Produksi Pertanian Prof. Muhammad Arsyad, Kepala BBRMP Dr. Sumarni Panikkai, Plt. Direktur Polbangtan Gowa, serta Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Sulawesi Barat Ajbar.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...