Bahlil Sebut Indonesia Akan Segera Ekspor Listrik ke Singapura
6 jam yang lalu
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Foto: IG @bahlillahdalia)
Radarsuara.com - Pemerintah Indonesia menyatakan negosiasi ekspor listrik hijau ke Singapura telah memasuki tahap akhir. Saat ini, pembahasan antara kedua negara hanya menyisakan kesepakatan mengenai penetapan harga listrik agar memberikan keuntungan yang seimbang bagi kedua belah pihak.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) sektor energi yang telah ditandatangani Indonesia dan Singapura sejak tahun lalu. Isu tersebut juga menjadi salah satu agenda strategis dalam pertemuan bilateral antara Prabowo Subianto dan Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7).
"Tadi kita membahas menyangkut dengan listrik. Dari satu tahun lalu kan kita sudah melakukan penandatanganan MoU. Ada tiga MoU kita. Satu adalah ekspor listrik ke Singapura, listrik hijau, kedua kawasan industri hijau, dan yang ketiga adalah untuk carbon capture storage atau CCS-nya," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, dikutip dari laman resmi ESDM, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut Bahlil, seluruh tahapan kerja sama terus berjalan sesuai rencana. Namun, pemerintah Indonesia masih melakukan negosiasi terkait besaran harga listrik yang akan diekspor ke Singapura. Ia menegaskan bahwa penetapan harga merupakan kewenangan pemerintah sesuai regulasi nasional sehingga harus menghasilkan manfaat yang adil bagi kedua negara.
"Nah, terkait dengan harga listrik ke Singapura, proses tahapannya berjalan, tetapi kita masih menegosiasikan harga. Regulasi kita memang menempatkan harga itu di pemerintah. Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan. Kerja sama itu harus saling menguntungkan kedua pihak. Tinggal di titik itu saja dan saya pikir sebentar lagi akan ada titik temu," katanya.
Selain membahas kerja sama sektor energi, pertemuan bilateral Indonesia dan Singapura juga menghasilkan 26 kesepakatan di berbagai bidang. Kesepakatan tersebut mencakup perdagangan, investasi, konektivitas, ekonomi digital, keamanan siber, hingga pertahanan. Dari total kesepakatan yang dicapai, sebanyak 18 merupakan kerja sama antarpemerintah, sedangkan delapan lainnya merupakan kerja sama antarpelaku usaha.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023