Nasional

Prabowo Klaim Banyak Negara Minta Beras ke Indonesia

8 jam yang lalu
Presiden RI, Prabowo Subianto. (Foto: presidenri.go.id)

Radarsuara.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sejumlah negara mulai meminta pasokan beras, jagung, hingga pupuk dari Indonesia. Permintaan tersebut muncul seiring meningkatnya produksi pangan nasional yang menghasilkan surplus pada sejumlah komoditas strategis.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Menurut Prabowo, capaian tersebut menjadi bukti awal keberhasilan upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Upaya kita tidak segera, tapi sekarang sudah mulai kelihatan. Usaha kita yang sudah kelihatan di depan mata, bukan di depan mata, nyata, yaitu swasembada pangan,” ujar Prabowo, dikutip dari situs resmi Presiden RI, Kamis 25 Juni 2026.

Presiden mengatakan pengalaman saat pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya kemandirian pangan. Dalam kondisi krisis global, negara-negara produsen pangan cenderung memprioritaskan kebutuhan domestik sehingga pasokan bagi negara lain menjadi terbatas.

Selain memastikan ketersediaan pangan nasional, pemerintah juga terus memperkuat kesejahteraan petani dan nelayan sebagai garda terdepan ketahanan pangan. Hasilnya, Indonesia kini mulai memiliki surplus pada sejumlah komoditas yang sebelumnya masih bergantung pada pasokan luar negeri.

“Alhamdulillah kita sekarang sudah mulai ekspor, kita sekarang bantu negara-negara lain. Saya ditelepon Perdana Menteri Australia, beliau terima kasih Indonesia punya surplus pupuk, dan mereka minta apakah boleh kita jual ke mereka. Saya bilang, jual, kirim ke mereka. Negara-negara banyak yang minta pupuk dari kita. Negara-negara lain banyak minta beras dari kita, jagung dari kita. Silakan, asal harganya benar,” ungkap Kepala Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan target pemerintah untuk mencapai swasembada energi. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah peluncuran bahan bakar B50 pada Juli 2026 yang menggunakan campuran 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit.

“Bulan Juli ini, berapa hari lagi, kita akan launching B50. B50 solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri, dan kita akan menghemat banyak sekali. Saya perkirakan 3 tahun lagi, maksimal 4 tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apapun untuk BBM kita, untuk energi kita,” imbuh Presiden Prabowo.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...