Ratusan Pelajar di Surabaya Keracunan MBG, Penyaluran Dihentikan
6 jam yang lalu
ratusan siswa di Surabaya keracunan MBG "Ilustrasi". (Foto: iStockphoto)
Radarsuara.com - Sebanyak 197 pelajar dari tingkat TK hingga SMP di kawasan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026). Para siswa mengeluhkan gejala seperti pusing, mual, dan muntah beberapa saat setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan sekolah.
Para pelajar yang terdampak berasal dari 12 sekolah berbeda, di antaranya SD Negeri Tembok Dukuh, TK dan SD Kristen Aletheia, SMP Kristen Aletheia, SD Pancasila 45, hingga SMP Islam Surabaya. Mereka sempat mendapatkan penanganan di unit kesehatan sekolah sebelum dirujuk ke Puskesmas Tembok Dukuh dan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ikatan Bidan Indonesia Surabaya.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang juga menjabat Ketua Satgas MBG Jawa Timur mengatakan fokus utama pemerintah saat ini adalah penanganan korban terdampak. Hingga Senin sore, sebagian besar siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
“Fokus kami terlebih dahulu adalah penanganan siswa-siswi terdampak. Setelah itu, investigasi terhadap SPPG Tembok Dukuh yang menyalurkan menu MBG itu,” ujar Emil, dikutip Selasa, 12 Mei 2026.
Pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional kini melakukan investigasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh selaku penyedia makanan. Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah dibawa ke laboratorium kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut.
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, Tyas Pradadani, menjelaskan laporan pertama diterima sekitar pukul 12.00 WIB. Berdasarkan keluhan siswa dan guru, dugaan sementara mengarah pada menu olahan daging yang disajikan dalam paket MBG.
“Kecurigaan awal kami dari menu olahan daging seperti keluhan yang disampaikan para murid dan guru,” kata Tyas.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Billy Daniel Messakh memastikan pemeriksaan laboratorium masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Pemerintah Kota Surabaya juga meminta distribusi MBG dari dapur penyedia dihentikan sementara hingga investigasi selesai.
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyatakan penghentian sementara dilakukan demi mencegah risiko serupa terjadi kembali sebelum hasil pemeriksaan keluar dan dapur MBG dinyatakan aman beroperasi.
Di sisi lain, Kepala SPPG Tembok Dukuh Chafi Alida Najla menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang menimpa para pelajar. Ia memastikan pihaknya akan menanggung biaya pengobatan siswa yang terdampak dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan serta distribusi makanan.
“Kami mohon maaf dan akan menanggung biaya perawatan penerima manfaat yang terdampak,” ujar Chafi.
Kasus dugaan keracunan ini menambah daftar insiden serupa dalam pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah. Pemerintah pun didesak memperketat pengawasan kualitas bahan pangan, pengolahan makanan, hingga distribusi menu kepada para pelajar.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023