Nasional

Update Jumlah Korban Jiwa Bencana Sumatera, Rarusan Orang Masih Belum Ditemukan

Monday, 01 December 2025 08:08 WIB
Update korban jiwa bencana Sumatera. (Foto: BNPB)

Radarsuara.com - Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total 442 orang meninggal dan 402 lainnya masih hilang.

Data tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers di Pos Pendukung Nasional, Bandara Silangit, Tapanuli Utara.

Upaya pencarian dan pertolongan melibatkan tim gabungan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah. 

Operasi dilakukan bersamaan dengan distribusi logistik serta pembukaan akses wilayah yang terputus.

Di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal mencapai 217 jiwa, setelah tim SAR kembali menemukan beberapa korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. 

Angka itu tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias. Sementara korban hilang bertambah menjadi 209 orang.

“Korban jiwa untuk Sumatra Utara 217 yang meninggal dunia kemudian 209 yang masih hilang,” kata Suharyanto, dikutip Senin, 1 Desember 2025.

Jumlah pengungsi di provinsi tersebut tersebar di sejumlah titik: 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 di Tapanuli Tengah, 4.661 di Tapanuli Selatan, 4.456 di Kota Sibolga, 2.200 di Humbang Hasundutan, dan 1.378 di Mandailing Natal.

Sejumlah wilayah terdampak masih terisolasi akibat longsor dan kerusakan jembatan. Di Tapanuli Utara, jalan Tarutung, Sibolga terputus di beberapa lokasi, sementara desa-desa di Parmonangan dan Adiankoting belum dapat dijangkau, dengan total warga terdampak lebih dari 12.000 jiwa.

“Untuk Tarutung-Sibolga ini masih normalisasi. Yang bisa ditembus alat berat ini 40 kilometer,” ujar Suharyanto.

Di Mandailing Natal, jalur Singkuang (Tabuyung serta ruas Batang Natal) Muara Batang Gadis terputus di beberapa titik sehingga beberapa kecamatan masih terisolasi. 

Pemerintah pusat mengerahkan alat berat, helikopter, pesawat, jaringan komunikasi darurat, dan bantuan logistik untuk mempercepat penanganan.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...