Kehutanan

Pohon Begonia, Tanaman Hutan yang Memiliki Banyak Manfaat

Monday, 06 May 2024 10:00 WIB
Pohon Begonia di Gunung salak 2. (Dok. Iwan/pendaki gunung)

Radarsuara.com - Pohon Begonia, menjadi salah satu tanaman yang mungkin masih asing di tengah masyarakat. Jangankan manfaatnya, bentuknya pun jarang dijumpai.

Lalu seperti apa Pohon Begonia?

Pohon Begonia merupakan sebuah "genus" dalam keluarga tanaman berbunga "Begoniaceae". Tanaman ini adalah nama umum dan generik untuk semua anggota "genus".

Nama "genus" Begonia diciptakan oleh Charles Plimier, seorang pelindung botani Perancis. Pohon Begonia dapat ditemui mulai dari hutan dataran rendah hingga hutan sub pegunungan.

Salah satu pendaki gunung di Indonesia bernama Rian, menjelaskan bahwa tumbuhan ini dikenal sebagai “hariang” oleh masyarakat Sunda. Pohon ini termasuk dalam kategori semak dan biasanya tumbuh di habitat yang lembab.

Ciri khas Pohon Begonia ini, kata dia, adalah bentuk daunnya yang asimetris, sehingga ketika dilipat, ukurannya tidak akan sama.

Tanaman ini pun, kata Rian, bisa dijumpai di kawasan Gunung Salak 2. Dimana Pohon Begonia memiliki bentuk menjari dengan ujung daun yang meruncing dan batang berwarna kemerahan.

"Pendaki gunung sering memanfaatkan Pohon Begonia sebagai sumber makanan ketika menghadapi situasi darurat di hutan, seperti tersesat atau kehabisan makanan," kata Rian dikutip Senin 6 Mei 2024.

Bagian dari Pohon Begonia yang dimakan adalah batangnya. Proses pengupasan kulit batang dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga kebersihan. Rasa batang Pohon Begonia terasa asam dan mengandung banyak air, mirip dengan belimbing wuluh.

Selain sebagai sumber makanan darurat, Rian menyebut Pohon Begonia juga memiliki manfaat lain sebagai tanaman hias dan obat. Daun dan batangnya dapat digunakan untuk mengobati bisul, sakit kepala, demam, dan sebagai ekspektoran.

Di kalangan masyarakat Sunda, Pohon Begonia sering digunakan sebagai pengganti bumbu asam dalam masakan sayuran.

"Flora di sekitar kita memiliki banyak manfaat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempelajarinya. Mari kenali dan hargai flora nusantara demi kebaikan bersama," kata Rian.

Penulis: Asep Supriyanto

Editor: Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...