Langsung ke berita
Senin, 26 Oktober 2026
Tentang KamiRedaksi
Pusat Berita Terpercaya
Nasional

Ribuan Warga Demo di Eropa, Protes Biaya Hidup dan Perumahan

1 jam yang lalu
"Ilustrasi" demo di Eropa. (Foto: iStockphoto)

Radarsuara.com - Gelombang demonstrasi kembali melanda sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, Italia, dan Portugal, pada akhir pekan. Aksi tersebut dipicu berbagai persoalan, mulai dari kenaikan biaya hidup dan penolakan terhadap perang hingga krisis perumahan yang membuat masyarakat kesulitan mendapatkan hunian terjangkau.

Demonstrasi di sejumlah wilayah diwarnai kericuhan, penangkapan, serta peningkatan pengamanan oleh aparat. Di Prancis, ratusan ribu orang turun ke jalan pada Sabtu (24/10), sedangkan di Italia aksi berlangsung di sejumlah kota besar. Sementara itu, polisi Portugal membubarkan kamp demonstrasi terkait krisis perumahan di pusat Kota Lisbon.

Di Prancis, sekitar 410 ribu orang mengikuti demonstrasi di berbagai wilayah berdasarkan perkiraan aparat. Namun, Konfederasi Umum Buruh (CGT) memperkirakan jumlah peserta mencapai hampir 800 ribu orang di seluruh negeri.

Di Paris, polisi memperkirakan sekitar 110 ribu orang mengikuti aksi. Kericuhan terjadi di sejumlah titik, termasuk Cours de Vincennes, ketika lebih dari 500 orang dilaporkan menyerang aparat. Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyatakan polisi telah melakukan 135 penangkapan hingga pukul 13.00 waktu setempat.

Dalam laporan terpisah, Nunez menyebut hampir 1.000 orang ditangkap dalam rangkaian demonstrasi pada hari yang sama. Dua orang juga dilaporkan mengalami luka serius di Toulouse dan Clermont-Ferrand. Meski terjadi perusakan dan penjarahan, Nunez menilai situasi secara keseluruhan lebih baik dibandingkan pekan sebelumnya.

Pemerintah Prancis sebelumnya mengerahkan sekitar 70 ribu personel kepolisian untuk mengamankan demonstrasi. Aksi tersebut bermula dari protes siswa sekolah menengah terkait kondisi pendidikan, kemudian meluas seiring meningkatnya kemarahan masyarakat terhadap biaya hidup.

Perwakilan siswa sekolah menengah, Nathanael Combary, mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pembicaraan dengan Presiden Emmanuel Macron.

"Kami tidak puas," kata Combary, dikutip dari US Today, Senin, 26 Oktober 2026.

Ia menyerukan para siswa untuk terus berunjuk rasa hingga pemerintah mengajukan usulan konkret. Perwakilan siswa dijadwalkan melanjutkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Sebastien Lecornu pada Senin (26/10).

Sementara itu, demonstrasi di Italia berlangsung di sejumlah kota besar pada Sabtu (24/10). Massa menyuarakan penolakan terhadap perang dan kenaikan biaya hidup. Kericuhan dilaporkan terjadi di Turin, Roma, dan Bologna, sedangkan aksi di Milan sebagian besar berlangsung damai.

Pemerintah Italia meningkatkan pengamanan dengan mengerahkan personel kepolisian. Sejumlah toko juga memilih tutup untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan. Langkah pengamanan diperketat setelah seruan demonstrasi lanjutan beredar di media sosial, menyusul kekerasan yang terjadi pada akhir pekan sebelumnya.

Di Portugal, polisi membubarkan kamp demonstrasi terkait krisis perumahan di pusat Kota Lisbon pada Minggu (25/10) dini hari. Aparat melakukan sejumlah penangkapan, sementara beberapa orang dilaporkan mengalami luka ringan. Jumlah pasti korban belum diketahui.

Aksi tersebut berlangsung setelah ribuan orang mengikuti demonstrasi pada Sabtu di salah satu jalan utama Lisbon. Para demonstran kemudian mendirikan lebih dari 100 tenda di Alun-alun Rossio untuk menyuarakan tuntutan agar masyarakat mendapatkan hunian dengan harga terjangkau.

Portugal menghadapi salah satu krisis keterjangkauan perumahan paling parah di Eropa. Harga properti di negara tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2017, sedangkan harga sewa untuk kontrak baru juga hampir naik dua kali lipat. Kondisi ini turut membebani kelompok anak muda.

Salah satu peserta demonstrasi, Vitor Gomes (21), mahasiswa komunikasi multimedia, mengatakan dirinya merasa perlu ikut menyuarakan persoalan tersebut.

"Kami memiliki kewajiban untuk memperjuangkan apa yang kami yakini," ujar Gomes.

Editor: Mahipal

 

Komentar

You must login to comment...