Nasional

Purbaya Disebut Akan Ditarik Prabowo Lagi

17 jam yang lalu
Mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Instagram @menkeu)

Radarsuara.com - Purbaya Yudhi Sadewa disebut masih berpeluang kembali mendapat kepercayaan dari Presiden Prabowo Subianto meski telah dicopot dari jabatan Menteri Keuangan.

Pendiri Great Institute yang kini menjabat Kepala Badan Komunikasi (Bakom), Syahganda Nainggolan, memperkirakan Purbaya dapat kembali diberi posisi strategis, salah satunya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Pandangan tersebut disampaikan Syahganda dalam diskusi bersama jurnalis senior Darmawan Sepriyossa yang ditayangkan Forum Keadilan TV pada 18 September 2026. Pada saat diskusi berlangsung, Syahganda belum menjabat sebagai Kepala Bakom.

Syahganda mengatakan pencopotan Purbaya tidak serta-merta menunjukkan adanya penilaian buruk dari Prabowo. Menurutnya, Presiden justru melihat kinerja Purbaya selama kurang lebih satu tahun memimpin Kementerian Keuangan secara positif.

"Pak Prabowo tidak memberikan penilaian negatif kepada Pak Purbaya. Bisa saja dipanggil kembali," tegas Syahganda.

Ia menduga keputusan mengganti Purbaya lebih berkaitan dengan pertimbangan Presiden dalam menjaga stabilitas pemerintahan. Syahganda menghubungkannya dengan sejumlah kebijakan Purbaya yang dianggap cukup agresif, termasuk upaya membongkar praktik kejahatan oligarki, menangani persoalan pajak korporasi berskala besar, serta sikapnya terhadap intervensi lembaga keuangan global.

Apabila Prabowo kembali memberikan tugas kepada Purbaya, Syahganda menilai Bank Indonesia dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat. Alasannya, Purbaya memiliki pengalaman di sektor keuangan, termasuk ketika sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Pengalaman tersebut, menurut Syahganda, dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai persoalan di sektor perbankan. Selama berada di LPS, Purbaya dinilai telah memahami kondisi sejumlah bank maupun lembaga keuangan yang membutuhkan pembenahan.

"Problematika perbankan kita ke depan ini banyak, karena banyak bank yang masih tambal sulam. Selama Pak Purbaya di LPS, dia sudah mengidentifikasi mana bank-bank atau lembaga keuangan lainnya yang sudah sepantasnya ditutup atau dibenahi. Pak Purbaya sudah tahu itu," ungkap Syahganda.

Selain pengalaman, Syahganda melihat karakter Purbaya sebagai teknokrat menjadi pertimbangan lain. Ia menilai Purbaya tidak banyak melakukan manuver politik maupun membangun pencitraan untuk kepentingan Pemilu 2029, melainkan lebih berfokus menjalankan tugas di dalam institusi.

"Kalau dia dimasukkan ke bank sentral tentu dia senang, karena dia bisa melanjutkan kerja-kerja dia di LPS dulu. Kalau menurut saya, 70 persen okelah dia akan menerima tawaran itu," pungkas Syahganda.

Syahganda pun meminta publik memberi kesempatan kepada Purbaya untuk beristirahat sejenak dari dinamika politik setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan. Ia juga menyinggung rencana evaluasi kabinet lanjutan yang disebut akan dilakukan Prabowo pada Oktober 2026.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...