Rawat Hewan Eksotik, UKM Hewan Kesayangan Polbangtan Kementan Asah Kepedulian dan Keterampilan Mahasiswa
1 jam yang lalu
Foto: Rawat Hewan Eksotik, UKM Hewan Kesayangan Polbangtan Kementan Asah Kepedulian dan Keterampilan Mahasiswa
Radarsuara.com - Merawat hewan kesayangan dan eksotik bukan sekadar memberikan pakan atau menjaga kebersihan kandang. Setiap spesies memiliki karakteristik, kebutuhan lingkungan, perilaku, hingga pola perawatan yang berbeda. Pemahaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hewan Kesayangan dan Eksotik yang digelar setiap bulannya pada Senin (31/8).
Program UKM Hewan Kesayangan dan Eksotik menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat sekaligus keterampilan praktis dalam mengenal, menangani, dan merawat berbagai jenis hewan. Kegiatan dilaksanakan secara berkala di lingkungan Polbangtan Bogor dengan dukungan pembina serta pihak yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan dan pemeliharaan hewan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya membutuhkan teknologi dan sarana produksi, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, kepedulian, dan kemampuan praktik.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi mahasiswa perlu dilakukan melalui pengalaman belajar yang aplikatif.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada jenis dan karakteristik hewan, tetapi juga diajak memahami kebutuhan masing-masing spesies berdasarkan perilaku dan habitat alaminya. Mahasiswa mempelajari berbagai aspek perawatan, mulai dari pemberian pakan dan air minum, kebersihan kandang, pengaturan lingkungan, hingga teknik handling yang tepat.
Handling menjadi salah satu keterampilan penting karena setiap hewan memiliki karakter dan respons yang berbeda ketika berinteraksi dengan manusia. Penanganan yang tepat diperlukan untuk meminimalkan risiko stres maupun cedera, baik pada hewan maupun mahasiswa. Kegiatan juga diarahkan pada pengamatan kondisi kesehatan hewan. Mahasiswa belajar memperhatikan nafsu makan, aktivitas, kondisi fisik, serta perubahan perilaku sebagai bagian dari deteksi awal terhadap kemungkinan gangguan kesehatan.
Kapusdiktan Muhammad Amin mengatakan, pendidikan vokasi pertanian harus memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk belajar melalui praktik nyata.
Keunikan dan daya tarik hewan eksotik tidak boleh menjadi satu-satunya alasan dalam pemeliharaan. Pemilik atau pengelola harus memahami kebutuhan fisik dan perilaku hewan agar kesejahteraannya tetap terjaga. Karena itu, mahasiswa juga mendapatkan edukasi mengenai animal welfare atau kesejahteraan hewan. Mereka diarahkan untuk memahami pentingnya menyediakan pakan yang sesuai, lingkungan yang aman dan bersih, kondisi suhu dan kelembaban yang tepat, serta perlakuan yang tidak menimbulkan stres berlebihan.
Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto mengatakan, kegiatan mahasiswa melalui UKM merupakan bagian penting dalam membentuk lulusan yang memiliki kompetensi sekaligus karakter.
“Kami ingin mahasiswa Polbangtan Bogor mendapatkan pengalaman belajar yang utuh. Tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis, kepedulian, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Melalui UKM Hewan Kesayangan dan Eksotik, mahasiswa dapat belajar langsung bahwa merawat hewan membutuhkan pengetahuan, ketelitian, dan komitmen terhadap kesejahteraannya,” tutur Yoyon.
Bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap dunia hewan, UKM Hewan Kesayangan dan Eksotik menjadi ruang untuk mengembangkan hobi menjadi keterampilan yang lebih terarah. Kegiatan dilakukan melalui perpaduan pembelajaran teori, pengamatan, dan praktik. Mahasiswa terlibat secara aktif dalam proses perawatan dan pemantauan hewan dengan tetap memperhatikan prosedur penanganan yang aman dan bertanggung jawab. (wsd) (*/Adv)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023