Nasional

DPR Uji Calon Gubernur BI, Destri Damayanti Dinilai Punya Rekam Jejak Baik

14 jam yang lalu
Bank Indonesia. (Foto: Bank Sinarmas)

Radarsuara.com - Proses pemilihan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) segera memasuki tahap uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test setelah Surat Presiden (Surpres) diterima Pimpinan DPR RI. Komisi XI DPR RI menyatakan siap menindaklanjuti usulan tersebut setelah mendapatkan penugasan melalui Rapat Paripurna DPR RI.

Anggota Komisi XI DPR RI Wihadi Wiyanto mengatakan Surpres telah disampaikan kepada Pimpinan DPR RI pada 10 Agustus 2026. Surat tersebut memuat usulan Destri Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI, sekaligus pengisian posisi Deputi Senior dan Deputi Gubernur BI.

"Surpres kan memang sudah dikirimkan ke pimpinan DPR, dan sesuai dengan mekanisme nanti pimpinan DPR melalui rapat Paripurna akan menugaskan Komisi XI melakukan fit and proper test," ujar Wihadi saat ditemui di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Wihadi memastikan Komisi XI DPR RI akan bergerak cepat memproses nama kandidat yang diajukan Presiden sesuai mekanisme dan tahapan yang berlaku.

Menurutnya, pengalaman Destri Damayanti di Bank Indonesia menjadi salah satu modal penting untuk menjalankan tugas sebagai pimpinan bank sentral. Destri sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan pernah menjadi pelaksana tugas (Plt) Gubernur BI ketika terjadi kekosongan jabatan Gubernur BI.

"Saya kira Ibu Destri kan selama ini sebagai Deputi Senior Gubernur BI, dan beliau tentunya sudah lama juga. Pada saat kemarin pengunduran Gubernur BI pun beliau sebagai Plt, dan kita melihat bahwa dia cukup diterima oleh pasar," jelasnya.

Wihadi juga menilai Destri memiliki penerimaan yang cukup positif di pasar. Ia menyebut kondisi tersebut antara lain terlihat dari tren pergerakan nilai tukar Dolar AS yang melandai.

Dengan pengalaman tersebut, Wihadi optimistis Destri mampu menjalankan tugas penguatan stabilitas moneter secara optimal, terutama di tengah kondisi finansial global yang dinamis dan penuh tekanan.

Di sisi lain, Wihadi turut merespons masukan publik mengenai kinerja legislasi DPR RI. Ia mengatakan dinamika pembahasan di tingkat komisi tetap berjalan aktif meskipun seluruh prosesnya tidak selalu terlihat secara utuh oleh masyarakat.

Di Komisi XI DPR RI, pembahasan terakhir terkait fungsi anggaran dan legislasi difokuskan pada Penyertaan Modal Negara (PMN). Pembahasan tersebut akan dilanjutkan dengan agenda prioritas berikutnya.

Komisi XI juga menegaskan komitmennya untuk mendukung program kerja pemerintah yang dinilai memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

"Apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah dengan program-program kerjanya, saya kira itu program-program kerja pro-rakyat, dan kita memang harus dorong serta dukung program-program itu," tutup Politisi Fraksi Partai Gerindra itu.

Editor: Mahipal

 

Komentar

You must login to comment...