Abdul Mu'ti Ungkap Tugas Besar Muhammadiyah Pasca Kemerdekaan Indonesia
Tuesday, 11 August 2026 08:58 WIB
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti. (Foto: Instagram @abe_mukti)
Radarsuara.com - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tugas Muhammadiyah setelah Indonesia merdeka bukan berhenti pada mempertahankan persatuan, tetapi turut mewujudkan cita-cita kemerdekaan melalui berbagai pembuktian nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Abdul Mu’ti, Muhammadiyah memandang Indonesia sebagai negara persatuan yang dibangun atas kemajemukan dan Pancasila. Pandangan tersebut sejalan dengan konsep Indonesia sebagai Negara Pancasila Darul Ahdi Wasy Syahadah yang dirumuskan dalam Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar pada 2015.
“Karena itu Muhammadiyah memandang penting Pancasila sebagai dasar negara itu sebagai satu bentuk tanggung jawab sejarah. Muhammadiyah ikut melahirkan Indonesia dan karena itu maka Muhammadiyah harus bertanggung jawab untuk Indonesia bisa lebih maju lagi,” kata Mu’ti dikutip dari muhammadiyah.or.id pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, keterlibatan Muhammadiyah dalam perjuangan bangsa telah berlangsung jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Organisasi tersebut turut memberikan kontribusi melalui kader-kadernya yang terlibat dalam perjuangan, baik melalui gerakan fisik, pemikiran, maupun jalur politik.
Sejumlah tokoh yang memiliki latar belakang Muhammadiyah juga tercatat mengambil bagian dalam perjalanan menuju kemerdekaan Indonesia, di antaranya Presiden Sukarno dan Ki Bagus Hadikusumo.
Setelah kemerdekaan diraih, peran tersebut menurut Mu’ti tidak kemudian berakhir. Muhammadiyah justru memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan melalui upaya mewujudkan tujuan yang menjadi dasar berdirinya negara Indonesia.
“Kita menyebutnya dengan negara pembuktian atau darus syahadah. Sehingga tugas kita berikutnya adalah bagaimana kita mewujudkan cita-cita kemerdekaan,” imbuh Mendikdasmen RI ini.
Abdul Mu’ti kemudian merujuk pada Pembukaan UUD 1945 alinea keempat sebagai salah satu landasan utama dalam memahami cita-cita kemerdekaan Indonesia. Di dalamnya terdapat tujuan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Menurutnya, berbagai upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut menjadi bagian dari kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa. Salah satu bidang yang dinilai paling menonjol adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Abdul Mu’ti mengaitkan gagasan tersebut dengan konsep ulul albab dalam Al-Qur’an. Ia menjelaskan bahwa istilah tersebut menggambarkan manusia yang memiliki kemampuan berpikir secara kritis dan mendalam sehingga mampu belajar sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan.
“Ulul albab itu kalau kita baca di dalam Ali Imran (ayat) 190-191 adalah mereka yang memiliki kemampuan berpikir yang kritis, kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dengannya dia bisa belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan,” ungkap Mu’ti.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023