Diana Sari Yuni Atmaja: Profesionalisme Pemuda Menjadi Fondasi Indonesia yang Berdaulat dan Berkualitas
12 jam yang lalu
Diana Sari Yuni Atmaja: Profesionalisme Pemuda Menjadi Fondasi Indonesia yang Berdaulat dan Berkualitas
Radarsuara.com - Ketua Bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Insan Muda Indonesia (BIMA), Diana Sari Yuni Atmaja, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan global. Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab membangun generasi muda yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki integritas dalam setiap bidang pengabdian.
Diana menjelaskan bahwa Indonesia sedang memasuki fase penting dengan komposisi penduduk usia produktif yang besar. Kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Bonus demografi akan menghasilkan nilai tambah apabila didukung peningkatan kompetensi, etos kerja, kepemimpinan, dan budaya inovasi. Sebaliknya, rendahnya kualitas sumber daya manusia akan menghambat produktivitas nasional dan memperlebar kesenjangan daya saing.
Menurut Diana, profesionalisme perlu dipahami sebagai kemampuan bekerja berdasarkan kompetensi, tanggung jawab, disiplin, dan etika. Karakter tersebut menjadi modal bagi generasi muda untuk berkontribusi pada pembangunan nasional, baik melalui kewirausahaan, industri, pendidikan, riset, ekonomi digital, maupun pelayanan publik. Pemuda diharapkan mampu menghadirkan solusi yang relevan terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Sebagai organisasi kepemudaan, BIMA mengarahkan program-programnya pada penguatan kapasitas anggota melalui pendidikan, pelatihan, literasi digital, pengembangan kepemimpinan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan tersebut bertujuan memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan nasional di berbagai sektor.
Diana menilai bahwa kedaulatan Indonesia memiliki dimensi yang luas. Kedaulatan mencakup kemampuan bangsa mengelola sumber daya manusia, memperkuat ketahanan ekonomi, mengembangkan teknologi, menjaga ketahanan pangan dan energi, serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Seluruh aspek tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas profesional dan mampu bekerja secara kolaboratif.
Ia juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara produktif. Ruang digital dinilai dapat menjadi sarana memperluas pengetahuan, membangun jejaring, mengembangkan inovasi, serta menciptakan peluang ekonomi. Pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab akan memperkuat daya saing nasional sekaligus meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Melalui momentum pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, BIMA mendorong lahirnya generasi muda yang mampu mengedepankan kompetensi, integritas, dan semangat pengabdian kepada bangsa. Organisasi kepemudaan diharapkan menjadi ruang pembinaan kepemimpinan yang menghasilkan insan-insan berkualitas dan siap menghadapi perubahan global.
"Indonesia membutuhkan pemuda yang memiliki kemampuan, karakter, dan komitmen untuk berkarya secara profesional. Kualitas sumber daya manusia akan menentukan kemampuan bangsa menjaga kedaulatan, memperkuat daya saing, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan," ujar Diana Sari Yuni Atmaja, Ketua Bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi DPP Barisan Insan Muda Indonesia (BIMA).
BIMA menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem kepemudaan yang menjunjung profesionalisme, kolaborasi, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Melalui semangat Bersatu, Berkarya, dan Berdampak, BIMA berupaya memperkuat peran generasi muda sebagai mitra strategis pembangunan nasional menuju Indonesia yang berdaulat dan berkualitas. (*/Adv)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023