Berita Daerah

Mahasiswi Polbangtan Bogor Raih Prestasi pada Pemilihan Young Ambassador Agriculture Tahun 2026

16 jam yang lalu
Foto: Mahasiswi Polbangtan Bogor Raih Prestasi pada Pemilihan Young Ambassador Agriculture Tahun 2026

Radarsuara.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Zahwa Bilbina Bilqis, mahasiswi Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, yang berhasil meraih penghargaan pada ajang Pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA), Duta Polbangtan/PEPI, dan Brigade Pangan Inspiratif Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pertanian melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), tersebut berlangsung di Ciawi pada 19–21 Mei 2026.

Ajang ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam mencetak generasi muda pertanian yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta mampu menjadi agen perubahan dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.

Prestasi yang diraih Zahwa menjadi bukti bahwa mahasiswa Polbangtan Kementan, termasuk Polbangtan Bogor, mampu bersaing dan menunjukkan kompetensi terbaiknya di tingkat nasional. Keberhasilan ini sekaligus mencerminkan komitmen Polbangtan Kementan dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi publik, dan siap menjadi agen perubahan bagi pembangunan pertanian Indonesia.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan generasi muda akan menjadi ujung tombak pembangunan pertanian nasional di tengah tantangan krisis pangan global dan perubahan iklim. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat regenerasi petani melalui penguatan kapasitas anak muda di sektor pertanian.

Mentan Amran mengatakan pertanian modern saat ini membutuhkan sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi. Menurutnya, sektor pertanian bukan lagi identik dengan pekerjaan tradisional, tetapi telah berkembang menjadi sektor strategis yang menjanjikan secara ekonomi.

"Pertanian saat ini bukan lagi sektor tradisional. Pertanian adalah bisnis besar yang menjanjikan dan membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, serta menguasai teknologi. Kalau pangan kuat, bangsa juga akan kuat," ujar Mentan Amran. Ia menambahkan, petani muda memiliki peran penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Oleh sebab itu, Kementan terus membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pengembangan pertanian modern berbasis teknologi dan kewirausahaan. "Petani muda adalah masa depan pertanian Indonesia. Mereka harus menjadi motor penggerak pertanian modern yang produktif, efisien, dan berbasis teknologi," katanya.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani harus dibarengi dengan penguatan kapasitas yang berkelanjutan agar generasi muda mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah. "Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing," ujar Arsanti.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga kualitas karakter yang dibangun selama proses pendidikan.

 "Kami berharap Polbangtan Bogor tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga membangun karakter yang kuat. Dengan karakter yang baik, mereka akan memiliki semangat untuk terus berkarya dan mengawal pembangunan pertanian Indonesia," ujarnya.

Menurut Amin, pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Karena itu, kampus vokasi pertanian harus mampu melahirkan generasi muda yang siap menjadi petani modern, penyuluh, technopreneur, maupun pelaku agribisnis.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon, mengatakan prestasi yang diraih mahasiswa menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi pertanian mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki daya saing dan kepemimpinan.

"Harapan kami ke depan, Polbangtan Bogor terus berinovasi melalui karya-karya mahasiswa. Kami ingin menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja maupun dunia usaha, memiliki daya saing tinggi, serta memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan sektor pertanian," ujar Yoyon. Menurutnya, tantangan regenerasi petani harus dijawab melalui pendidikan yang mampu membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter yang kuat, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi pertanian.

Selama kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan mengenai kepemimpinan, public speaking, personal branding, serta strategi promosi pertanian di era digital. Kompetensi tersebut dipersiapkan agar para duta pertanian mampu menjadi komunikator yang efektif dalam mensosialisasikan program-program strategis Kementerian Pertanian kepada masyarakat.

Keberhasilan Zahwa Bilbina Bilqis menjadi salah satu pemenang pada ajang bergengsi ini menjadi kebanggaan bagi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor sekaligus memperkuat komitmen Polbangtan Kementan dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, profesional, adaptif terhadap teknologi, serta siap menjadi pelopor pembangunan pertanian Indonesia menuju terwujudnya swasembada pangan. (and) (*/Adv)

Komentar

You must login to comment...