Ancaman Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15, Densus 88 Diturunkan
21 jam yang lalu
Densus 88 tangani kasus ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15. (Foto: mediahub.polri.go.id)
Radarsuara.com - Kepolisian masih memburu pelaku di balik ancaman bom yang ditujukan kepada SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Penyelidikan difokuskan untuk mengungkap asal pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp sekaligus mengetahui motif pelaku meneror lingkungan sekolah pada hari pertama kegiatan belajar setelah libur panjang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan telah bergerak melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk olah tempat kejadian perkara dan penelusuran terhadap sumber pesan ancaman.
"Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah TKP serta mendalami asal pesan ancaman tersebut," kata Budi Hermanto, dikutip dari situs resmi Polri pada Senin (13/7/2026).
Ia juga meminta masyarakat tidak terpancing oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan mempercayakan proses penanganan kepada aparat kepolisian.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan memberikan ruang kepada petugas untuk melakukan pemeriksaan serta penyelidikan secara menyeluruh," ujarnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, ancaman dikirim melalui WhatsApp kepada seorang guru dan petugas tata usaha sekolah. Setelah pesannya tidak mendapat respons, pelaku kembali melakukan panggilan tidak terjawab (missed call). Dalam isi pesan tersebut, pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah.
Menerima laporan tersebut, Tim Gegana bersama Densus 88 Antiteror segera melakukan penyisiran menyeluruh di area sekolah untuk memastikan keamanan. Hingga proses pemeriksaan berlangsung, petugas belum menemukan benda mencurigakan maupun bahan peledak di lokasi.
"Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi.
Nurma menjelaskan, pesan ancaman masuk ketika siswa, guru, dan tenaga kependidikan sedang mengikuti upacara pada hari pertama masuk sekolah. Karena seluruh aktivitas terpusat di lapangan, pesan baru diketahui setelah upacara selesai dan langsung dilaporkan kepada aparat.
"Laporannya 07.30 WIB, tapi memang di-WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya, kita langsung datang semuanya, camat, lurah," jelasnya.
Saat ini, kepolisian masih mengumpulkan barang bukti digital dan menelusuri identitas pengirim pesan untuk memastikan asal ancaman serta mengungkap motif di balik aksi teror tersebut. Sementara itu, aparat memastikan pengamanan di lingkungan sekolah tetap dilakukan guna memberikan rasa aman bagi siswa, guru, dan masyarakat sekitar.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023