Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Petani, Mentan Amran Langsung Kirim Hand Tractor ke Pohuwato
13 jam yang lalu
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman. (Foto: Istimewa)
Radarsuara.com - Sebuah momen menarik terjadi dalam kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo.
Seorang mahasiswa meminta kesempatan untuk berbicara dan menyampaikan aspirasi petani dari daerah asalnya yang membutuhkan dukungan alat pertanian.
Aspirasi tersebut langsung mendapat respons cepat dari Mentan Amran yang memerintahkan pemberian satu unit hand tractor kepada kelompok tani yang dimaksud.
Mahasiswa tersebut adalah Husna Rupu, mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo yang berasal dari Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato. Di hadapan peserta kuliah umum, Husna menyampaikan bahwa dirinya hadir membawa amanat para petani yang berharap adanya dukungan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas usaha tani mereka.
“Bapak Menteri Pertanian, saya sebagai mahasiswa yang berasal dari wilayah barat Gorontalo menyampaikan aspirasi petani yang dititipkan kepada saya. Gorontalo memang menjadi tempat PENAS, tetapi di Gorontalo bagian barat petaninya belum sejahtera. Masyarakat petani sawah memberikan mandat kepada saya untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Bapak Menteri dan meminta solusi konkret,” ujar Husna dalam dialog bersama Mentan Amran, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Husna, terdapat lahan sawah seluas sekitar lima hektare yang membutuhkan dukungan alat dan mesin pertanian agar proses pengolahan lahan menjadi lebih efektif dan produktivitas petani dapat meningkat.
Mendengar langsung aspirasi tersebut, Mentan Amran segera memberikan respons dan menginstruksikan jajarannya untuk menyerahkan satu unit hand tractor kepada kelompok tani yang diwakili oleh mahasiswa tersebut.
“Ini minta hanya lima hektare. Kasih hand tractor satu sekarang. Kamu bawa pulang. Bawakan ke petaninya. Bawa pulang itu hand tractor dari Pak Menteri. Olah itu. Inilah bentuk keadilan. Karena membangun Nusantara tidak mudah. Kalau berteriak gampang. Mau bantu petani atau ribut? Sekarang hand tractor itu bawa pulang kasih ke petani,” tegas Mentan Amran.
Mentan Amran menilai langkah yang dilakukan Husna mencerminkan semangat idealisme mahasiswa yang berpihak kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai penyambung aspirasi rakyat dan harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Saya suka dia karena memperjuangkan orang kecil. Jadi jelas perjuangannya. Yang saya bangga adalah idealisme mahasiswa, bukan memperjuangkan dirinya sendiri, tetapi memperjuangkan rakyat,” ujarnya.
Respons cepat yang diberikan Mentan Amran tidak berhenti pada komitmen di atas panggung dialog. Beberapa jam setelah aspirasi tersebut disampaikan, satu unit hand tractor langsung diberangkatkan menuju Desa Molosipat Utara, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato.
Bantuan tersebut menempuh perjalanan sekitar enam jam dari Kota Gorontalo dan tiba di lokasi pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Kedatangan alat pertanian itu menjadi bukti tindak lanjut cepat atas aspirasi yang disampaikan mahasiswa demi membantu peningkatan produktivitas petani di daerahnya.
Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah dapat menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan petani serta memperkuat pembangunan pertanian yang lebih inklusif dan berkeadilan. (Adv/*)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023