Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan dan Infrastruktur Pertanian
13 jam yang lalu
Mentan Amran dan Presiden Prabowo. (Foto: Istimewa)
Radarsuara.com - Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026), untuk membahas kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi dampak fenomena iklim El Nino Godzilla.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa kondisi pangan nasional tetap aman dengan dukungan cadangan pangan yang kuat serta berbagai langkah mitigasi di sektor pertanian.
Usai pertemuan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa stok beras nasional hingga Juni 2026 mencapai sekitar 5,2 juta ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga ketersediaan pangan nasional dalam beberapa bulan ke depan.
Selain cadangan beras yang tersimpan di gudang pemerintah, terdapat pula stok pangan yang berada di masyarakat, termasuk di rumah tangga, hotel, dan restoran.
“Kemudian beras di hotel, rumah, restoran, itu kurang lebih 12,5 juta ton. Artinya dengan cadangan ini, tiga-tiganya, itu bisa 10-11 bulan ke depan. Kalau anggaplah yang terendah adalah 10 bulan ke depan, artinya sampai dengan bulan April. Juli sampai April itu 10 bulan ke depan,” tambahnya.
Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan ketersediaan stok pangan, tetapi juga memperkuat berbagai infrastruktur pertanian untuk mengantisipasi risiko penurunan produksi akibat perubahan iklim. Berbagai program strategis telah dijalankan, mulai dari pembangunan embung, irigasi perpompaan, sumur dalam, pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, hingga program cetak sawah baru.
“Kita sudah membangun embung, kemudian irigasi pompa, kemudian sumur dalam, kemudian pompanisasi, opla optimalisasi lahan, yaitu lahan rawa yang biasanya panen satu kali, jadi dua kali dan tiga kali. Kemudian cetak sawah kita lanjutkan. Ini semua bisa memitigasi risiko. Sekali lagi, Insyaallah untuk pangan aman,” jelasnya.
Menurut Amran, optimalisasi lahan menjadi salah satu langkah penting karena mampu meningkatkan indeks pertanaman pada lahan rawa yang sebelumnya hanya menghasilkan satu kali panen dalam setahun menjadi dua hingga tiga kali panen.
Di sektor peternakan, pemerintah juga terus berupaya menjaga stabilitas harga telur dan daging ayam melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat serapan hasil produksi peternak sekaligus menjaga keseimbangan pasar.
“Kami langsung telpon kepala BGN, menyampaikan kalau bisa dalam satu minggu biasanya konsumsi telur satu kali, bisa menjadi tiga kali termasuk ayam, sehingga harga mulai merangkak naik, dan itu kita sepakati semua,” tuturnya.
Selain menjaga ketahanan pangan, pemerintah juga mempercepat program hilirisasi pertanian dan perkebunan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Pengembangan komoditas hortikultura dan perkebunan seperti kopi, kelapa, dan tebu menjadi bagian dari strategi tersebut.
Mentan Amran menyampaikan bahwa program pengembangan sektor pertanian yang telah dijalankan sejak 2025 akan terus dilanjutkan hingga 2027. Program tersebut mencakup lahan seluas sekitar 870 ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua.
“Kami sudah lakukan bersama teman-teman di 2025, kita lanjutkan 2026 dan 2027. Total luasan untuk petani itu adalah 870 ribu hektare, termasuk tanah Papua, seluruh kabupaten di Papua,” jelasnya.
Pemerintah juga terus meningkatkan dukungan langsung kepada petani melalui berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian. Khusus untuk wilayah Papua, nilai bantuan yang diberikan terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Kami berikan bantuan di sana tahun ini Rp3,2 triliun, tahun lalu Rp2 triliun, totalnya Rp5,5 triliun lebih. Kami laporkan kepada Bapak Presiden, beliau mengatakan ini lanjutkan bantuan ini. Ini bantuan langsung ke rakyat. Dan ini bantuan, hibah, traktor, kemudian sawah, bahkan dari beberapa provinsi meminta cetak sawah ditambah, termasuk Papua Barat dan lain-lain. Ini kita tambah,” pungkasnya.
Dengan dukungan cadangan pangan yang memadai, penguatan infrastruktur pertanian, serta berbagai program pemberdayaan petani di seluruh Indonesia, pemerintah optimistis mampu menghadapi dampak El Nino Godzilla sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Adv/*)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023