Wali Kota Bekasi Rotasi 2 Pejabat Eselon II, Targetkan Disnaker Kirim TKI dalam 3 Bulan
3 jam yang lalu
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, resmi melakukan mutasi dan pelantikan terhadap dua pejabat tinggi (Eselon II)
Radarsuara.com - KOTA BEKASI — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, resmi melakukan mutasi dan pelantikan terhadap dua pejabat tinggi (Eselon II) di lingkungan pemerintah daerahnya, Rabu (13/5/2026). Dalam kesempatan ini, Dzikron ditunjuk sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja, dan Nadih Arifin dipercaya memimpin Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Dalam arahannya, Tri Adhianto menekankan bahwa setiap jabatan adalah amanah yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan agar para pejabat tidak terjebak dalam "zona nyaman" dan terus bergerak cepat menyelesaikan tantangan pekerjaan.
"Jangan jadikan amanah ini zona nyaman. Kita akan terus lakukan evaluasi dan memberikan tantangan baru agar kinerja semakin maksimal," tegas Tri.
Target Tegas untuk Disnaker: 3 Bulan Harus Ada Terobosan
Khusus kepada Kepala Disnaker yang baru, Dzikron, Wali Kota memberikan target spesifik dan waktu yang jelas. Ia meminta agar program pemberangkatan tenaga kerja lokal ke luar negeri dapat dipercepat dan direalisasikan dalam waktu tiga bulan ke depan.
Tri menilai bahwa tahun lalu target tersebut belum tercapai maksimal karena langkah yang masih ragu-ragu. Tahun ini, ia menuntut hasil yang nyata sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Membuka peluang kerja tidak hanya di dalam negeri, tapi juga luar negeri. Tahun lalu targetnya gagal karena arahnya masih ragu-ragu. Tahun ini harus tuntas," ujarnya.
Meskipun angka pengangguran di Kota Bekasi mulai menunjukkan tren penurunan, Tri menilai pemerintah harus lebih agresif. Salah satu kuncinya adalah meningkatkan kualitas SDM melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
"Banyak lulusan SMA/SMK yang belum siap bersaing. Melalui BLK, kita bekali mereka dengan skill agar siap pakai dan mampu bersaing di pasar internasional," tambahnya.
Disparbud Diminta Lebih Inklusif dan Kolaboratif
Sementara itu, untuk Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Nadih Arifin, Tri Adhianto meminta agar pengelolaan seni dan budaya menjadi lebih terbuka dan progresif. Ia menekankan agar fasilitas dan ruang kreatif tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu saja, tetapi bisa menjangkau lebih banyak pihak.
"Passion di bidang pariwisata dan budaya harus dikolaborasikan. Ruang untuk penggiat seni jangan hanya untuk orang itu-itu saja, harus lebih luas dan progresif," katanya.
Selain itu, Tri juga menekankan pentingnya sinergi antar sektor. Sektor pariwisata tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus bersinergi dengan UMKM dan ekonomi kreatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh.
"Persoalan kita kompleks, maka penyelesaiannya harus dilakukan tahap demi tahap dengan kolaborasi yang kuat," tutup Wali Kota. (Ndoet)
Editor: Jael
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023