Dua Kapal Terjebak, Iran Kritik Zona Aman AS di Selat Hormuz
6 jam yang lalu
Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Instagram @realdonaldtrump)
Radarsuara.com - Iran memperingatkan bahwa rute pelayaran baru yang diusulkan Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz berbahaya karena kondisi geografisnya yang berbatu dan dangkal, menyusul laporan kapal komersial yang terjebak saat mencoba melintasinya.
Peringatan ini muncul setelah Pusat Informasi Maritim Gabungan yang dipimpin AS menyarankan kapal-kapal untuk menggunakan jalur alternatif melalui perairan Oman, seiring meningkatnya ketegangan di kawasan yang menyebabkan hampir tertutupnya selat tersebut.
Situasi ini telah memicu lonjakan harga bahan bakar global dan mengguncang ekonomi dunia.
AS sebelumnya menyatakan telah membentuk “zona keamanan yang ditingkatkan” guna menjamin kelancaran pelayaran.
Namun, kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, melaporkan bahwa dua kapal komersial yang mencoba menggunakan jalur tersebut justru terjebak.
"Perairan di dekat pantai Oman berbatu, dan kapal-kapal tidak dapat meninggalkan atau kembali dari bagian ini," berdasarkan kutipan tertulis Fars News Agency.
"Pantai selatan Selat Hormuz di dekat dua pulau Musandam dan al-Khail tidak memiliki kemampuan geografis untuk menjadi koridor maritim, dan perjalanan kapal melalui daerah selatan yang berbatu dan dangkal sangat berisiko," ungkap laporan berita tersebut.
Di sisi lain, ketegangan juga meningkat setelah serangan terhadap kilang minyak di Uni Emirat Arab. Seorang pejabat militer Iran yang tidak disebutkan namanya menyalahkan "petualangan militer AS" atas insiden tersebut, meski menegaskan tidak ada serangan yang "terencana" terhadap fasilitas itu.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz, kini semakin rawan, baik dari sisi keamanan maupun kondisi alam, di tengah eskalasi konflik kawasan.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023