Ngobra Awal Tahun 2026: Kupas Tuntas Masa Depan Kopi Indonesia
Thursday, 22 January 2026 23:41 WIB
Ngobra Awal Tahun 2026: Kupas Tuntas Masa Depan Kopi Indonesia (Foto: Dok. Kementan)
Radarsuara.com - Memasuki awal tahun 2026, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bersama Pusat Penyuluhan Pertanian menggelar acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Volume 02, Selasa (20/01/2026).
Mengusung tema “Kopi Lokal, Nilai Global: Peluang Kopi yang Tak Pernah Sepi”, kegiatan ini berlangsung secara interaktif dan informatif. Acara disiarkan langsung melalui kanal YouTube @pusluhtanri dan Zoom Meeting, serta diikuti oleh penyuluh dan petani dari berbagai daerah di Indonesia.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong penguatan hilirisasi komoditas perkebunan sebagai fondasi pembangunan pertanian berkelanjutan. Arah kebijakan ini ditujukan agar kopi Indonesia tidak hanya unggul dari sisi produksi, tetapi juga berkembang sebagai produk bernilai tinggi melalui pengolahan, penguatan branding, dan perluasan akses pasar.
Kepala Badan PPSDMP Idha Widi Arsanti menyoroti pentingnya pemberdayaan petani milenial serta penguatan pendampingan oleh penyuluh pertanian.
"Upaya ini diarahkan agar kopi tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu diolah, dipasarkan, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani," ujarnya.
Sementara, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian I Gusti Made Kuswandana menekankan bahwa penguatan hilirisasi kopi perlu didukung melalui peran penyuluhan yang adaptif dan berorientasi pasar.
Penyuluh pertanian diharapkan tidak hanya mendampingi petani pada aspek budidaya, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas petani dan pelaku usaha kopi dalam pengolahan pascapanen, pengemasan, hingga pemasaran produk kopi bernilai tambah.
Menurut Narasumber Ngobras yang merupakan Petani Milenial, Graha Abadi Pasyaman menyampaikan bahwa pengembangan usaha kopi tidak selalu harus berlatar belakang keluarga petani atau lingkungan pertanian. Dengan strategi yang tepat dan pemahaman pasar yang baik, kopi Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan daya saing dan tampil sebagai produk lokal bernilai global.
Indonesia saat ini menempati peringkat keempat sebagai produsen kopi terbesar di dunia dan memiliki lebih dari 20 jenis kopi yang telah terdaftar sebagai Geographical Indications (GI). Sehingga, potensi ini menjadi peluang besar untuk terus dikembangkan, mengingat kopi telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat di berbagai daerah, seperti Aceh dan Medan yang dikenal dengan budaya kedai kopinya, ucap Graha.
Namun demikian, tantangan yang masih dihadapi adalah dominasi ekspor kopi dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah belum sepenuhnya dinikmati di dalam negeri. Kondisi ini menegaskan urgensi penguatan hilirisasi kopi nasional.
Graha menambahkan bahwa dari sisi pasar, generasi milenial dan Gen Z memiliki peran strategis, baik sebagai pelaku usaha maupun sebagai konsumen utama. Oleh karena itu, pemahaman market intelligence di pasar lokal dan global menjadi faktor penting untuk meningkatkan nilai ekonomi kopi Indonesia.
Pentingnya pemahaman rantai nilai (value chain) kopi secara menyeluruh, mulai dari proses budidaya seperti pemilihan benih dan panen petik merah, tahapan pascapanen melalui fermentasi dan pengeringan yang presisi, hingga proses sangrai (roasting) yang mampu menonjolkan karakter khas daerah asal. Selain kualitas produk, aspek branding turut menjadi faktor penentu dengan mengangkat cerita dan nilai di balik setiap biji kopi.
Untuk mewujudkan kopi lokal bernilai global, terdapat tiga pilar utama yang perlu diperhatikan, yaitu konsistensi kualitas melalui penerapan standar dan sertifikasi internasional, penguatan narasi produksi melalui storytelling tentang petani dan proses produksi, serta inovasi kemasan dengan desain modern yang mencerminkan identitas lokal namun tetap fungsional dan menarik di pasar internasional.
Selain itu, digitalisasi dan perluasan akses pasar menjadi faktor penting melalui pemanfaatan cross-border e-commerce serta penggunaan media sosial untuk membangun kesadaran merek kopi Indonesial secara global.
Terakhir, berdasarkan hasil studi kasus keberhasilan kopi lokal Indonesia, baik merek kopi yang berhasil membuka cabang di luar negeri maupun kopi single origin yang meraih penghargaan internasional seperti Cup of Excellence.
Kopi lokal Indonesia dipandang bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga instrumen ekonomi strategis. Peningkatan daya saing kopi Indonesia di pasar global membutuhkan sinergi dan dukungan kolektif antara petani, pengolah, pelaku usaha, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait, tutupnya. (HK/NF)
(*/Adv)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023