Sawit Sering Dipandang Negatif, Ketua Umum KTNA Nasional Buka Suara
Thursday, 22 January 2026 14:24 WIB
Ketua Umum Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Mohammad Yadi Sofyan Noor. (Foto: Radarsuara.com)
Radarsuara.com - Pertanian Sawit di Indonesia kerap dipandang negatif oleh sebagian masyarakat karena keberadaannya dinilai merusak hutan dan lingkungan, bahkan dapat berdampak pada bencana alam.
Ketua Umum Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Mohammad Yadi Sofyan Noor menilai bahwa stigma negatif tersebut tidak benar.
Ia menjelaskan bahwa pertanian sawit sangat menguntungkan bagi negara dan para petani.
“Saya juga kan petani sawit, para petani diuntungkan dari sawit, tidak seburuk yang digembor-grmbor,” ujar Sofyan saat ditemui Radarsuara.com di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.
Meski begitu, Sofyan tidak memungkiri adanya oknum-oknum perusahaan besar yang menanam sawit tanpa mementingkan dampak lingkungan dan potensi kerusakan.
“Yang merusak-merusak itu perusahaan besar itu, memang iya kalau tidak melihat dampak lingkungan, hutan dijadikan sawit, itu bahaya dan harus dihentikan. Tapi sejauh ini pemerintah sudah menindak itu kebun sawit ilegal,” lanjutnya.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023