Nasional

Deretan Bencana di Indonesia Baru-Baru Ini, Simak Laporan Resmi dari BNPB

Tuesday, 23 September 2025 13:50 WIB
"Ilustrasi" bencana alam. (Foto: iStockphoto)

Radarsuara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) merangkum laporan kejadian bencana periode 21–23 September 2025.

Berbagai peristiwa terjadi di sejumlah provinsi, mulai dari angin kencang, kebakaran lahan, hingga banjir. 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Kejadian pertama tercatat di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Minggu (21/9). Hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang pukul 16.00–18.00 WIB menyebabkan kerusakan di Kecamatan Dagangan. 

Dampak meluas ke enam desa—Ngranget, Padas, Segulung, Prambon, Banjarsari Kulon, dan Banjarsari Wetan—dengan 78 kepala keluarga terdampak. 

Kerusakan material meliputi 78 unit rumah dan satu fasilitas daerah. BPBD Kabupaten Madiun bersama Pusdalops PB dan Tim Reaksi Cepat (TRC) telah melakukan assessment dan pemulihan awal di lokasi terdampak.

Masih pada Minggu (21/9), Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dilanda cuaca ekstrem hujan lebat dan angin kencang sekitar pukul 18.30 WIB di Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak. 

Sebanyak 89 kepala keluarga terdampak, enam jiwa di antaranya mengungsi sementara akibat kerusakan rumah. BPBD Kabupaten Boyolali melalui Tim TRC melakukan kaji cepat dan penanganan pohon tumbang yang mengganggu aktivitas warga.

Di Provinsi Aceh, kebakaran lahan terjadi di Desa Durung, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Senin (22/9).

Kebakaran diduga berasal dari pembakaran sampah tanpa pengawasan dan menghanguskan sekitar satu hektar lahan.

BPBD Aceh Besar mengerahkan satu unit armada pemadam dan api berhasil dipadamkan pada pukul 14.01 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Banjir juga melanda Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (22/9), akibat curah hujan tinggi dan pasangnya air laut yang memicu luapan Sungai Sei Besitang. 

Sekitar 150 kepala keluarga terdampak dengan 135 unit rumah rusak. Tinggi muka air 80–100 cm kini mulai surut. BPBD Kabupaten Langkat bersama instansi terkait terus melakukan pendataan dan monitoring.

Sementara di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, banjir akibat curah hujan tinggi pada Senin (22/9) memengaruhi Desa Tibo dan Desa Kaliburu di Kecamatan Sindue Tombusa Bora. Sebanyak 258 jiwa terdampak dan 66 rumah rusak. 

Kondisi terkini hujan mereda, air surut, dan warga mulai membersihkan rumah masing-masing. Tim BPBD terus memantau wilayah terdampak untuk mendukung pemulihan pasca-banjir.

“Masyarakat di seluruh wilayah terdampak kami imbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengikuti arahan petugas, dan segera melaporkan kondisi darurat melalui kanal resmi agar bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran,” kata Abdul Muhari dalam keterangan resminya, dikutip dari BNPB pada Selasa 23 September 2025.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...