Gelar Sarjana Tak Lagi Penting di Dunia Kerja Sekarang? Simak Penjelasan Pakar
Thursday, 19 June 2025 08:02 WIB
“Ilustrasi” relevansi gelar sarjana di dunia kerja sekarang. (Foto: iStockphoto)
Radarsuara.com - Rekrutmen kerja mengalami pergeseran paradigma signifikan dalam dekade terakhir. Dulu, gelar sarjana dianggap sebagai syarat mutlak untuk memasuki dunia profesional.
Namun, saat ini, semakin banyak perusahaan yang mulai mengutamakan keterampilan praktis dan pengalaman nyata ketimbang sekadar latar belakang pendidikan formal, fenomena ini dikenal sebagai skill-based hiring.
Praktisi HR, Rosiana mengungkap bahwa fenomena skill-based hiring telah marak diterapkan di perusahaan-perusahaan.
“Sebenarnya gelar pendidikan tetap penting sebagai credibility dari seorang worker, tapi memang seperti itu fenomenanya sekarang, kami praktisi HR di Perusahaan-perusahaan dituntut untuk mengutamakan keahlian dibanding latar pendidikan,” ungkap Rosiana kepada Radarsuara.com pada Kamis, 19 Juni 2025.
Rosiana membeberkan alasan di balik fenomena tersebut, menurutnya hal itu dikarenakan banyak kasus sarjana yang melamar kerja namun tidak punya keahlian yang memadai.
“Perusahaan pada dasarnya butuh apa? Butuh project-nya berjalan, untuk project bisa berjalan butuh SDM yang kompeten. Kasusnya, tidak sedikit sarjana-sarjana di Indonesia punya gelar tapi tidak punya keahlian praktis,” jelasnya.
Skill-based hiring mengedepankan keahlian spesifik yang dimiliki kandidat. Artinya, siapa pun yang bisa membuktikan kemampuannya baik lewat portofolio, proyek, atau pengalaman kerja berpotensi lebih diutamakan daripada kandidat dengan ijazah namun tanpa pengalaman relevan.
Perkembangan ini bukan tanpa alasan. Industri bergerak cepat, dan banyak keterampilan yang dibutuhkan tidak lagi hanya diajarkan di bangku kuliah.
Kursus daring, bootcamp intensif, hingga pengalaman lapangan justru menawarkan pembelajaran yang lebih terfokus dan aplikatif.
“Untuk itu, akan lebih baik adik-adik mahasiswa calon sarjana itu tidak hanya fokus di bangku kuliah, tapi ikut pelathian-pelatihan yang dapat meningkatkan Skills mereka,” ujar Rosiana.
Meski demikian, gelar sarjana masih memiliki tempat. Ia tetap menjadi simbol komitmen intelektual dan dasar pengetahuan yang kuat. Namun, gelar tanpa kemampuan praktis akan semakin tertinggal.
Oleh sebab itu, pendidikan tinggi perlu bertransformasi, dari sekadar memberi teori menjadi sarana pengembangan kompetensi dan praktik langsung.
“Ideal-nya gini, gelar tetap harus punya untuk kredibilitas bukan formalitas, tapi keahlian juga kembangkan,” pungkas Rosiana memberi saran untuk para calon pekerja di Indonesia.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023