Nasional

Inilah Daftar Negara yang Kekurangan Tenaga Kerja, Kesempatan Emas Untuk Pengangguran di Indonesia

Wednesday, 18 June 2025 10:47 WIB
“Ilustrasi” daftar negara yang kekurangan tenaga kerja. (Foto: iStockphoto)

Radarsuara.com - Negara-negara maju saat ini tengah dilanda krisis tenaga kerja serius: sekitar 75 % perusahaan dunia melaporkan kesulitan merekrut talenta terampil. Asia Pasifik bahkan mengalami situasi lebih tajam, dengan 77 % perusahaan kesulitan mengisi posisi penting .

Fenomena ini ditengarai disebabkan oleh menurunnya angka kelahiran, pertumbuhan populasi lanjut usia, serta ketidaksesuaian antara perkembangan teknologi dan ketersediaan SDM terampil, dikutip dari Reddit pada Rabu, 18 Juni 2025.

Negara Maju yang Kekurangan Tenaga Kerja:

Berikut ini beberapa negara yang kekurangan tenaga kerja:

  • Jepang: populasi lansia mencapai ~30 %, mendorong pemerintah untuk memperluas visa tenaga kerja asing di sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan.
  • Jerman & Yunani: masing-masing mengalami kekurangan talenta hingga 82 %. Yunani bahkan mengizinkan sekitar 30.000 migran tanpa dokumen bekerja di sektor pertanian dan pariwisata.
  • Portugal: mengidentifikasi delapan sektor kritis seperti pertanian dan manufaktur yang kekurangan pekerja, dan mulai membuka jalur masuk cepat bagi profesional asing.
  • Irlandia: membutuhkan sekitar 40.000 pekerja dari luar Uni Eropa setiap tahun, terutama di perhotelan dan konstruksi.
  • India: ironisnya menghadapi defisit talenta 81 % karena kurangnya kesesuaian antara populasi besar dan kualitas keterampilan.
  • Prancis & Brasil: menyoroti kekurangan pekerja di sektor energi bersih dan teknologi medis.
  • Kanada & Inggris: menerapkan skema imigrasi berbasis keahlian dan sistem poin untuk mengisi kekosongan di bidang STEM dan layanan logistik.
  • Singapura: membutuhkan tenaga profesional perbankan, teknologi, dan teknik untuk mempertahankan momentum ekonominya.
  • Rumania & Slovakia: menggantungkan pada pekerja asing, terutama dari Asia Selatan, untuk mempertahankan sektor otomotif dan manufaktur.

Situasi ini menjadi kesempatan nyata bagi pencari kerja di Indonesia dan Asia Tenggara. Banyak negara sudah aktif merekrut tenaga asing—terutama untuk peran di bidang teknis dan lapangan—dengan persyaratan yang relatif rendah. Persiapan dalam bentuk peningkatan keterampilan, kemampuan bahasa, dan adaptasi budaya menjadi sangat penting.

Perusahaan tidak hanya mencari dari luar negeri tetapi juga meningkatkan pelatihan internal. Di kawasan APAC, sekitar 35 % organisasi mulai fokus pada peningkatan keterampilan karyawan melalui pelatihan ulang dan pengembangan professional.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...