Indonesia Tingkatkan Kemampuan Prediksi Perubahan Iklim dengan Riset Gelombang Internal Laut
Monday, 02 September 2024 18:15 WIB
"Ilustrasi" Melalui riset gelombang laut, Indonesia tingkatkan kemampuan dalam memprediksi perubahan iklim. (Foto: pixabay.com/dimitrisvetsikas1969)
Radarsuara.com - Indonesia semakin memperkuat kemampuannya dalam memprediksi perubahan iklim melalui penelitian mendalam tentang gelombang internal di lautan.
Gelombang internal, yang merupakan fenomena di bawah permukaan laut yang dipicu oleh perbedaan densitas air akibat variasi suhu dan salinitas, telah menjadi fokus utama para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Menurut Widodo Setiyo Pranowo, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PR IA) BRIN, pemahaman tentang gelombang internal ini sangat penting tidak hanya untuk kepentingan ilmiah, tetapi juga untuk aplikasi praktis dalam prediksi perubahan iklim dan mitigasi bencana.
“Gelombang internal bisa menjadi indikator awal untuk perubahan besar di ekosistem laut yang mungkin berpengaruh pada iklim global. Jika kita bisa memahami dan memodelkan pergerakan ini dengan baik, kita dapat memprediksi perubahan iklim dengan lebih akurat,” kata Widodo dikutip pada Senin, 2 September 2024.
Widodo menjelaskan bahwa gelombang internal memengaruhi sirkulasi massa air di lautan, yang kemudian berdampak pada distribusi nutrien dan pola arus laut. Hal ini sangat penting bagi kehidupan laut karena memengaruhi rantai makanan dan keseimbangan ekosistem.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa penelitian tentang fenomena ini memberikan kontribusi yang signifikan tidak hanya bagi komunitas ilmiah di Indonesia, tetapi juga diakui secara internasional.
“Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi signifikan bagi komunitas ilmiah Indonesia, tetapi juga diakui secara internasional. Kami bekerja sama dengan para ahli dari berbagai negara untuk memastikan bahwa hasil riset kami bisa diaplikasikan secara global,” tambahnya.
Kolaborasi dengan institusi internasional seperti Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) antara Indonesia dan Korea juga telah membuka wawasan baru tentang peran gelombang internal dalam dinamika oseanografi.
Widodo juga menyampaikan pandangannya tentang arah penelitian oseanografi di masa depan, menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya laut.
“Dengan kondisi geografis Indonesia yang sangat kompleks, penelitian kita harus terus berkembang dan beradaptasi dengan tantangan-tantangan baru. Kami akan terus mendorong inovasi dan kolaborasi untuk meningkatkan kemampuan prediksi dan pengelolaan maritim yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam upaya memperkuat ketahanan maritim Indonesia, BRIN berkomitmen untuk terus melakukan penelitian yang dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, terutama dalam hal mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.
Dengan penemuan dan inovasi yang dihasilkan dari riset ini, diharapkan Indonesia dapat menghadapi tantangan perubahan iklim dan memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan, serta memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam penelitian oseanografi di kawasan Asia-Pasifik.
Penulis: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023