Langsung ke berita
Minggu, 25 Oktober 2026
Tentang KamiRedaksi
Pusat Berita Terpercaya
Pertanian dan Peternakan

AGRINEX 2026, Kementan Jajaki Peluang Ekspor Hortikultura Indonesia ke Tiongkok

55 menit yang lalu
Foto: AGRINEX 2026, Kementan Jajaki Peluang Ekspor Hortikultura Indonesia ke Tiongkok

Radarsuara.com - Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, memanfaatkan ajang AGRINEX 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, untuk memperluas peluang pemasaran produk hortikultura Indonesia, termasuk menjajaki potensi ekspor ke Tiongkok.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Hilirisasi Hortikultura, Freddy Lumban Gaol berdiskusi dengan Ella, eksportir buah-buahan segar ke Tiongkok.

Freddy mengungkapkan bahwa pemerintah sedang berusaha membuka peluang pasar ekspor yang lebih luas untuk produk hortikultura Indonesia, terutama buah-buahan.

"Buah-buahan kita ini memiliki potensi yang sangat besar, ya. Apalagi buah tropis unggulan semakin diminati konsumen global.  Melalui penguatan hilirisasi, peningkatan kualitas produk, dan pemenuhan standar pasar internasional, kami optimistis buah Indonesia mampu meningkatkan daya saing dan memberikan nilai tambah bagi petani serta pelaku usaha hortikultura,” ujar Freddy.

Salah seorang eksportir buah segar yang hadir ke booth Ditjen Hortikultura di AGRINEX 2026, Ella menyampaikan bahwa buah-buahan Indonesia memiliki peluang untuk bersaing di pasar Tiongkok, terutama dari segi cita rasa dan penampilan. 

"Cita rasa dan penampilan itu penting. Namun, untuk ekspor ke Tiongkok memerlukan pemenuhan persyaratan negara tujuan, termasuk ketentuan registrasi dan persyaratan karantina yang berlaku, dengan memperhatikan ketentuan General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC)," tegas Ella.

Menanggapi hal tersebut, Freddy menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi eksportir adalah mengonsolidasikan pasokan dari berbagai wilayah Indonesia agar kualitas dan volume produk sesuai dengan kebutuhan pasar.

Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Hortikultura akan menindaklanjuti peluang kerja sama melalui koordinasi mengenai standar mutu yang dibutuhkan pasar dan kesiapan produksi petani. 

"Upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor ini didukung melalui program _Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project atau HDDAP, yang mengembangkan 14 komoditas di 13 kabupaten. Ada mangga, salak, manggis, hingga durian. Program ini mendorong penerapan praktik pertanian yang baik, peningkatan penanganan pascapanen, serta penguatan kelembagaan ekonomi petani agar mampu menghasilkan produk berkualitas dan memenuhi kebutuhan pasar ekspor secara berkelanjutan," jelas Freddy.

Melalui partisipasi dalam AGRINEX 2026, Direktorat Jenderal Hortikultura terus mendorong sinergi antara pemerintah, petani, kelembagaan ekonomi petani, pelaku usaha, dan eksportir untuk memperkuat rantai pasok hortikultura dari hulu hingga hilir.

Pertemuan dengan eksportir menjadi salah satu langkah untuk menjajaki kemitraan yang menghubungkan kebutuhan pasar dengan potensi produksi petani binaan HDDAP.

Dengan dukungan produksi yang konsisten, penanganan pascapanen yang baik, hilirisasi, dan akses pasar yang lebih luas, produk hortikultura Indonesia diharapkan semakin berdaya saing, memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha, serta mampu menembus pasar internasional.(*/Adv) 

 

Komentar

You must login to comment...