Langsung ke berita
Jumat, 16 Oktober 2026
Tentang KamiRedaksi
Pusat Berita Terpercaya
Nasional

Terdampak Serangan di Riyadh, Begini Nasib 400 Jemaah Asal Tangerang

19 jam yang lalu
Jemaah Haji. (Foto: iStockphoto)

Radarsuara.com - Sebanyak 400 jemaah umrah asal Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami pembatalan atau penundaan keberangkatan menyusul serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Penundaan tersebut terjadi akibat penyesuaian rute penerbangan transit untuk mengantisipasi risiko keamanan di wilayah konflik.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim, mengatakan jumlah jemaah yang terdampak masih bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi penerbangan.

"Data ini sifatnya dinamis. Total ada sekitar 400 jemaah yang terdampak pembatalan atau penundaan penerbangan transit (indirect)," kata Abdullah, dikutip dari Antara pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Abdullah menjelaskan, penyesuaian rute penerbangan diberlakukan khusus bagi perjalanan yang menggunakan penerbangan transit (indirect flight) di kawasan berkonflik, termasuk Bandara King Khalid di Riyadh. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko dan menjaga keselamatan jemaah.

Sementara itu, penerbangan langsung (direct flight) menuju Makkah maupun Madinah masih dapat beroperasi dengan meningkatkan kewaspadaan. Kemenhaj Kabupaten Tangerang juga terus memantau biro perjalanan umrah yang memberangkatkan jemaah dari wilayah tersebut setelah menerima informasi serangan di Riyadh.

"Begitu pun pemantauan terus kami lakukan terhadap travel-travel yang memberangkatkan jemaah asal Kabupaten Tangerang setelah adanya informasi serangan di Riyadh," jelas Abdullah.

Bagi jemaah yang terdampak, Abdullah memastikan adanya jaminan dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sesuai ketentuan perundang-undangan. Ia meminta biro perjalanan untuk aktif berkoordinasi dengan Kemenhaj pusat, Kantor Wilayah Banten, serta Kemenhaj Kabupaten Tangerang guna memastikan penanganan jemaah berjalan sesuai ketentuan.

Kemenhaj Kabupaten Tangerang juga mengimbau jemaah agar tetap tenang, menjalin komunikasi dengan biro perjalanan masing-masing, serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan jadwal keberangkatan.

"Kami mengimbau jemaah agar tetap berkomunikasi intensif dengan pihak PPIU, memantau situasi terkini, tetap tenang, serta senantiasa berdoa agar perjalanan ibadah berjalan aman hingga kembali ke Tanah Air," ujarnya.

Abdullah menambahkan, hingga saat ini tidak ada jemaah umrah asal Kabupaten Tangerang yang menjadi korban jiwa maupun mengalami luka-luka akibat insiden di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.

"Dari sisi korban alhamdulillah tidak ada, baik korban jiwa maupun luka-luka. Namun dari sisi administratif, pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan warga negara melalui sejumlah kebijakan dan imbauan," kata dia.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...