Nasional

BMKG Keluarkan Peringatan, Jawa Masuk Zona Merah Kekeringan

47 menit yang lalu
BMKG keluarkan peringatan baru, Jawa masuk zona merah kekeringan. (Foto: BMKG)

Radarsuara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis setelah mengonfirmasi fenomena El Nino saat ini berada pada intensitas sangat kuat.

Dalam Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian II Agustus 2026 yang dirilis Senin (24/8/2026), BMKG mencatat anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino3.4 mencapai +2,99 secara dasarian, meningkat dari +2,20 pada Juli.

Pada saat yang sama, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase positif dengan nilai +0,394, naik dari +0,242 pada Juli.

BMKG memprediksi El Nino akan bertahan hingga awal 2027. Sementara itu, IOD positif diperkirakan berlangsung setidaknya hingga Oktober 2026.

Kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi membuat musim kemarau menjadi lebih kering, dengan curah hujan rendah hingga sangat rendah. Kondisi itu dapat meningkatkan risiko kekeringan, mengganggu ketersediaan air bersih dan sektor pertanian, serta memperbesar potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk Dasarian III Agustus 2026, BMKG menetapkan sejumlah wilayah dalam kategori waspada, siaga, hingga awas terhadap kekeringan meteorologis.

Kategori waspada meliputi beberapa wilayah di Kalimantan bagian tengah dan utara, sebagian kecil Sulawesi dan Maluku, serta Papua bagian selatan.

Kategori siaga mencakup sebagian Sumatra bagian selatan, Jawa bagian barat dan tengah, sebagian besar Kalimantan, sejumlah wilayah Sulawesi, sebagian besar kepulauan Maluku, serta Papua bagian selatan.

Sementara kategori awas mencakup sebagian besar Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, serta sebagian kecil Kalimantan Selatan dan Maluku.

BMKG juga mencatat 79,9 persen atau 559 Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau hingga Dasarian II Agustus 2026.

Wilayah yang mengalami musim kemarau antara lain sebagian Aceh dan Sumatra Utara, sebagian besar Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta Papua.

Dari sisi curah hujan, BMKG mencatat 90,29 persen wilayah mengalami curah hujan kategori rendah. Sementara sifat hujan di bawah normal mencapai 88,91 persen.

Pada Dasarian III Agustus 2026, curah hujan di sebagian Sumatra, Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua diperkirakan berada pada kategori rendah, yakni kurang dari 50 milimeter per dasarian.

Ancaman kekeringan juga terlihat dari panjangnya periode hari tanpa hujan (HTH) di sejumlah wilayah.

BMKG mencatat terdapat wilayah yang telah mengalami HTH lebih dari 61 hari berturut-turut hingga Dasarian II Agustus 2026.

"Wilayah Indonesia saat ini mengalami hari tanpa hujan dengan kategori sangat pendek hingga Ekstrem panjang. HTH terpanjang selama 110 hari, terjadi di pos hujan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pajangan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta," tulis BMKG.

Selain itu, BMKG mencatat HTH panjang terjadi di 782 titik, HTH sangat panjang di 1.112 titik, sedangkan HTH ekstrem panjang mencapai 792 titik.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...