Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026
Radarsuara.com - Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Gorontalo, Rabu (17/6/2026) menyelenggarakan podcast sebagai bagian dari publikasi dan sosialisasi Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026.
Kegiatan disiarkan secara langsung melalui YouTube Pusluhtan RI untuk memberikan informasi terkait penyelenggaraan PENAS XVII Tahun 2026.
Podcast menghadirkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljadi Mario, serta Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro, sebagai narasumber.
Acara dipandu oleh Ramli dan membahas kesiapan penyelenggaraan PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang akan berlangsung pada 20–24 Juni 2026 di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyampaikan harapannya agar PENAS XVII menjadi momentum memperkuat sektor pertanian nasional. “PENAS XVII ini diharapkan menjadi momentum untuk menyampaikan kepada seluruh pihak terkait dan perwakilan petani bahwa Indonesia siap menjadi lumbung pangan dunia.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa PENAS XVII memiliki peran penting dalam memperkuat sinergi pembangunan pertanian nasional.
“Kegiatan PENAS KTNA XVII Tahun 2026 sangat penting untuk menyatukan visi dan pandangan masyarakat pertanian dan perikanan serta pemangku kebijakan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljadi, menjelaskan bahwa PENAS merupakan agenda nasional tiga tahunan yang mempertemukan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, informasi, inovasi teknologi, serta pengembangan usaha.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi nasional sekaligus sarana pembelajaran bagi pelaku utama sektor pertanian dan perikanan.
Muljadi menyampaikan bahwa Provinsi Gorontalo bangga dipercaya menjadi tuan rumah PENAS XVII Tahun 2026. Diperkirakan sekitar 14.000 peserta dari berbagai daerah akan hadir selama lima hari pelaksanaan kegiatan.
Kehadiran peserta tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama pada sektor transportasi, akomodasi, kuliner, perdagangan, dan usaha masyarakat lainnya. Selain itu, PENAS menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi unggulan Gorontalo, mulai dari komoditas jagung, kelapa, perikanan, peternakan, hingga sektor pariwisata.
Kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang kerja sama dan transaksi bisnis antara pelaku usaha, perusahaan, dan peserta yang hadir selama penyelenggaraan PENAS.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho, menjelaskan bahwa Gorontalo dipilih sebagai tuan rumah karena perkembangan sektor pertaniannya yang pesat serta menjadi provinsi pertama di kawasan Indonesia Timur yang menyelenggarakan PENAS.
Menurutnya, Gorontalo memiliki berbagai komoditas unggulan berorientasi ekspor, seperti jagung dan kelapa, sehingga layak menjadi etalase pembangunan pertanian Indonesia bagian timur. Eko juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, panitia pelaksana, dan seluruh masyarakat Gorontalo yang telah bekerja keras mempersiapkan PENAS XVII Tahun 2026. Menurutnya, semangat kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tersebut.
Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa Gorontalo merupakan salah satu produsen sekaligus eksportir jagung terbesar di Indonesia. Dukungan pemerintah melalui kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung dinilai mampu meningkatkan semangat petani untuk terus meningkatkan produksi.
Selain itu, pemerintah terus mendorong hilirisasi pertanian melalui integrasi sektor tanaman pangan dan peternakan, termasuk pemanfaatan jagung sebagai bahan baku pakan ternak. Tidak hanya jagung, pengembangan hilirisasi kelapa dan komoditas lainnya juga menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
Menanggapi perkembangan teknologi pertanian, Muljadi menyampaikan bahwa sebagian besar petani mulai beradaptasi dengan penggunaan teknologi modern guna meningkatkan efisiensi waktu, tenaga, dan biaya produksi. Melalui PENAS, para petani diharapkan memperoleh wawasan baru mengenai inovasi dan teknologi pertanian yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Menutup diskusi, para narasumber mengajak seluruh masyarakat Gorontalo untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan PENAS XVII Tahun 2026 dengan menjaga keamanan, kebersihan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada tamu dari seluruh Indonesia. Melalui semangat kebersamaan dan keramahtamahan masyarakat, PENAS diharapkan menjadi sarana promosi daerah sekaligus memperkuat citra positif Gorontalo di tingkat nasional.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023