Perkuat Sistem Informasi Penyuluhan, Kementan Dorong Seluruh Penyuluh Tergabung dalam Kelompencapir Digital
Tuesday, 17 March 2026 13:58 WIB
Perkuat Sistem Informasi Penyuluhan, Kementan Dorong Seluruh Penyuluh Tergabung dalam Kelompencapir Digital (Foto: Dok. Kementan)
Radarsuara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat sistem komunikasi dan pelaporan penyuluhan dengan mendorong seluruh penyuluh pertanian di Indonesia tergabung dalam Kelompencapir Digital. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penyebaran informasi program pertanian sekaligus meningkatkan kinerja penyuluh di lapangan.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menekankan bahwa Kelompencapir Digital pada prinsipnya memanfaatkan teknologi untuk memperkuat komunikasi, penyuluhan, serta penyebaran inovasi kepada petani melalui kelembagaan kelompok tani dan penyuluh.
Selain itu, Kelompencapir Digital juga dimanfaatkan untuk mempercepat penyampaian informasi terkait teknologi budidaya, penggunaan pupuk, pengendalian hama penyakit, serta kebijakan pemerintah kepada petani secara lebih cepat dan luas.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, menyampaikan penyuluh menjadi fasilitator utama Kelompencapir Digital yang bertugas mendampingi petani dalam mengakses informasi, memanfaatkan teknologi digital, serta meningkatkan kapasitas usaha tani.
Upaya penguatan sistem informasi penyuluhan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi, Sabtu (14/03/2026). Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur di lingkup Kementerian Pertanian. Pertemuan tersebut dihadiri Tenaga Ahli Menteri bidang Pertanian Presisi, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI), Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP)/Direktur Wilayah, para Koordinator Substansi (Kelsi), Ketua Tim Kerja (Katimker) lingkup Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan), serta para penyuluh pertanian pusat.
Dalam arahannya, Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Dharmo Putro, menyampaikan bahwa seluruh penyuluh pertanian yang berjumlah sekitar 35 hingga 38 ribu orang diharapkan telah tergabung dalam Kelompencapir Digital sebagai bagian dari sistem komunikasi internal Kementerian Pertanian.
Menurutnya, penyuluh memiliki kewajiban untuk bergabung karena mereka merupakan bagian dari struktur kelembagaan kementerian yang berperan langsung menyampaikan informasi kepada petani.
Melalui sistem tersebut, pelaporan akan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat bawah, kemudian dilaporkan ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dilanjutkan ke tingkat kabupaten, hingga ke pusat. Mekanisme ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai jumlah anggota, jangkauan informasi, serta efektivitas penyampaian program kepada petani.
Kepala Biro KLI, Arief Cahyono menambahkan saat ini Kementerian Pertanian juga mendorong para penyuluh untuk terbiasa melakukan penderasan informasi melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia. Menurutnya, penyuluh memiliki peran strategis dalam mempercepat penyebaran informasi program, teknologi, serta capaian pembangunan pertanian kepada petani di lapangan.
“Penyuluh kita dorong agar terbiasa melakukan penderasan informasi. Informasi yang disampaikan melalui WAG maupun media komunikasi lainnya diharapkan dapat menjangkau petani secara lebih cepat dan luas,” ungkap Arief.
Selain itu, rapat juga menyoroti pentingnya pengembangan sistem aplikasi yang terintegrasi untuk mendukung pelaporan dan pemantauan aktivitas penyuluhan, sebagaimana disampaikan Tenaga Ahli Menteri, Desrial.
Kementerian Pertanian berencana menyederhanakan berbagai aplikasi yang ada agar penyuluh dan petani tidak terbebani banyak sistem pelaporan. Dengan sistem yang lebih sederhana dan terintegrasi, proses penyampaian informasi, pencatatan aktivitas, hingga evaluasi kinerja diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Dalam evaluasi ke depan, kemampuan penyuluh dalam menyampaikan informasi kepada petani bahkan direncanakan menjadi salah satu indikator kinerja utama dengan bobot sekitar 30 hingga 40 persen.
"Hal ini menunjukkan bahwa peran penyuluh sebagai penghubung informasi antara pemerintah dan petani semakin strategis dalam mendukung keberhasilan program pembangunan pertanian", ujar Desrial.
Melalui penguatan sistem komunikasi, pelaporan, serta integrasi aplikasi dalam Kelompencapir Digital tersebut, Kementerian Pertanian berharap jaringan penyuluhan nasional dapat bekerja lebih efektif dalam menjangkau petani, mempercepat adopsi teknologi, serta mendukung pencapaian target pembangunan pertanian menuju swasembada pangan berkelanjutan. (PT) (*/Adv)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023