Pertanian dan Peternakan

Kementan Perkuat Peran Penyuluh dalam Mendukung Perluasan Areal Tanah melalui Program Cetak Sawah

Tuesday, 17 March 2026 09:38 WIB
Kementan Perkuat Peran Penyuluh dalam Mendukung Perluasan Areal Tanah melalui Program Cetak Sawah (Foto: Dok. Kementan)

Radarsuara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bersama Pusat Penyuluhan Pertanian kembali menggelar kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 09 Jumat (13/03/2026) dengan mengundang para penyuluh pertanian untuk dibekali strategi kreatif dalam mengemas pesan pembangunan pertanian.

MSPP edisi ini mengusung tema “Penguatan Peran Penyuluh Dalam Mendukung Perluasan Areal Tanah Melalui Program Cetak Sawah”, kegiatan ini berlangsung secara interaktif dan informatif. 

Acara ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube @pusluhtanri dan Zoom Meeting, serta diikuti oleh penyuluh dan petani dari berbagai daerah di Indonesia.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang menyampaikan program cetak sawah harus menjadi bagian dari strategi percepatan perluasan areal tanam guna meningkatkan produksi pangan nasional, khususnya padi, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan. 

“Penyuluh pertanian diharapkan aktif mendampingi petani mulai dari tahap identifikasi lokasi, pengolahan lahan, penanaman hingga pemanfaatan sawah baru agar lahan yang dicetak segera produktif”, ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya penyuluh pertanian diharapkan berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program cetak sawah melalui pendampingan kepada petani sejak tahap identifikasi lahan, pengolahan lahan, hingga proses budidaya pada sawah yang baru dicetak.

Tema yang dibawakan pada program MSPP kali ini sangat penting, mengingat program CSR merupakan salah satu upaya strategis pemerintahan dalam meningkatkan luas tanam dan memperkuat ketahanan pangan nasional dan guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan penyuluh pertanian dinilai memilki peran strategis sebagai pendamping petani sekaligus penghubung antara kebijakan pemerintah dengan implementasi di lapangan.

Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan jika MSPP menjadi salah satu program prioritas di Kementerian Pertanian dalam rangka meningkatkan produksi beras dengan target mencapai 220.000 hektare lahan CSR yang dibagi kedalam 19 provinsi di Indonesia.

Eko menyampaikan tantangan dari program cetak sawah ini adanya area rawa-rawa yang belum terjamah oleh siapapun, sehingga banyak hal yang harus dilakukan salah satunya yaitu Land Clearing. Program ini membutuhkan teknis dari para penyuluh diantaranya penerapan teknologi budidaya, penggunaan benih unggul, pengelolaan air, serta pemanfaatan inovasi pertanian yang dapat meningkatkan produktivitas. 

“Dalam program cetak sawah ini, peran penyuluh sangat penting untuk mendampingi para petani agar lahan sawah baru tidak hanya terbuka namun juga produktif dan menghasilkan manfaat yang nyata bagi petani”, ucap  Eko.

Selain itu, terdapat Gerakan Tanam untuk area cetak sawah yang telah terlaksana pada 26 Febuari 2026 seluas 300 hetktare, dan rencanya akan diadakan kembali Gerakan Tanam 5.000 hektare cetak sawah pada April mendatang.

Menurut narasumber,  Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Dhani Gartina menjelaskan bahwa Program Cetak Sawah Kementerian Pertanian memilik regulasi yang tertuang dalam Petaturan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025. Program Cetak sawah merupakan program dari Rencana  Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025, yang mana mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa, daerah, dan nasioal. 

Dengan adanya Program Cetak Sawah, saat ini Kementerian Pertanian sudah memiliki luas baku tanah seluas 7,38 juta hektare. Tentunya diangka tersebut, pada tahun 2025 sudah mencapai swasembada pangan satu tahun yang sudah dideklarasi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 7 Januari 2026," ujar Dhani.

Disamping itu, Kementerian Pertanian mendukung keberlanjutan swasembada pangan yang berfokus pada dua kegiatan. Pertama, Pengelolaan Air dan Irigasi, Lahan Konservasi dan Rehabilitasi, serta Jalan Usaha Tani. Kedua Cetak Sawah dan Optimasi Lahan.

 “Bersama-sama kita dukung swasembada pangan berkelanjutan, supaya tahun ini dapat mengekspor baik aspek lahan cetak sawah, aspek irigasi, dan aspek lainnya”, ujarnya. 

Para penyuluh di Indonesia harus jadi motor penggerak swasembada pangan berkelanjutan. Melalui Program Cetak Sawah diharapakan kegiatan ini menjadi salah satu cara menjaga negeri supaya Indonesia terus mendapatkan swasembada pangan berkelanjutan, serta mendorong petani agar dapat melaukan kegiatan budidaya padi dan budidaya tanaman lainnya, tutup Dhani. (RS) (*/Adv)

 

Komentar

You must login to comment...