Polbangtan Bogor Perkuat Transformasi Pertanian Modern Melalui Gerakan Tanam Padi Bersama Kepala BPPSDMP di Jambi
Monday, 16 March 2026 15:31 WIB
Foto: Polbangtan Bogor Perkuat Transformasi Pertanian Modern Melalui Gerakan Tanam Padi Bersama Kepala BPPSDMP di Jambi
Radarsuara.com - Momentum percepatan swasembada pangan nasional terus digelorakan di Provinsi Jambi. Pada Senin (16/03/2026), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) memimpin langsung "Gerakan Penanaman Padi" di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang bertempat di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.
Dalam arahannya, Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti memberikan apresiasi tinggi atas semangat para petani dan penyuluh di Jambi. Beliau menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari "Roadshow Ramadhan", di mana berkeliling dari daerah ke daerah untuk memastikan gerakan tanam tidak terhenti demi mengejar target Luas Tambah Tanam (LTT). "Semangatnya luar biasa. Petani kita terbiasa menanam setiap hari, maka saya sangat yakin target kita tercapai. Saya juga melihat para penyuluh dan Brigade Pangan sudah siap di lapangan," ujar Idha.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa gerakan tanam padi yang dilakukan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Batanghari, Jambi, merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mempercepat tercapainya swasembada pangan nasional.
“Gerakan tanam serentak ini merupakan bukti nyata bahwa seluruh elemen pertanian bergerak bersama untuk memperkuat produksi pangan nasional. Pemerintah terus mendorong percepatan tanam melalui optimalisasi lahan, pengembangan cetak sawah rakyat, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern agar produktivitas petani semakin meningkat,” ujar Amran.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta dukungan dari lembaga pendidikan vokasi seperti Polbangtan yang turut aktif mendampingi petani di lapangan. “Kolaborasi ini sangat penting. Ketika penyuluh, petani, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi vokasi pertanian bersatu, maka percepatan tanam dan peningkatan produksi bisa kita capai lebih cepat. Inilah kekuatan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh,” tegasnya.
Menurut Amran, pemanfaatan mekanisasi pertanian seperti transplanter dan sistem tanam modern juga menjadi bagian penting dalam transformasi pertanian menuju sektor yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan. “Kementerian Pertanian akan terus memastikan seluruh program peningkatan produksi berjalan optimal di lapangan. Dengan kerja bersama dan semangat para petani, kami optimistis target swasembada pangan dapat segera terwujud,” pungkasnya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Muhammad Amin menegaskan bahwa keterlibatan Polbangtan Bogor dalam kegiatan Gerakan Tanam Padi di Jambi merupakan bagian dari komitmen pendidikan vokasi pertanian dalam mendukung percepatan transformasi pertanian modern di Indonesia.
“Gerakan tanam ini tidak hanya menjadi simbol percepatan tanam untuk mencapai target swasembada pangan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi penguatan kapasitas SDM pertanian. Polbangtan sebagai lembaga pendidikan vokasi harus hadir langsung di lapangan untuk mendampingi petani, penyuluh, dan Brigade Pangan dalam mengadopsi teknologi pertanian modern,” ujar Amin.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan Polbangtan Bogor dalam mendampingi pengembangan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Batanghari merupakan bagian dari strategi integrasi antara pendidikan, pelatihan, dan praktik pertanian modern berbasis kawasan. “Mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik Polbangtan tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga berkontribusi langsung dalam proses pembangunan pertanian. Melalui pendampingan di lapangan seperti ini, kita ingin memastikan generasi muda pertanian mampu menjadi motor penggerak modernisasi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Menurut Amin, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, Brigade Pangan, dan lembaga pendidikan seperti Polbangtan menjadi kunci penting dalam memastikan program pengembangan lahan dan peningkatan produksi berjalan berkelanjutan. “Kolaborasi ini menjadi pondasi penting untuk mencetak SDM pertanian yang adaptif, inovatif, dan siap menjawab tantangan pertanian masa depan,” tutupnya.
Kegiatan ini menjadi kian strategis dengan kehadiran Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto yang telah mengawal persiapan lahan sejak sepekan terakhir. Turut hadir mendampingi, Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Jambi, Asisten II Bupati Batanghari, serta Kepala Dinas TPHP Kabupaten Batanghari. Dukungan keamanan dan teritorial juga ditunjukkan dengan kehadiran perwakilan Kodim 0415/Batanghari serta perwakilan Dinas TPHP Provinsi Jambi.
Penanaman dilakukan secara simbolis di hamparan Lorong Manggis, Kelurahan Pasar Baru. Lokasi ini mencakup luasan 19 hektare, yang merupakan bagian dari total luasan pengembangan lahan seluas 114 hektare di wilayah tersebut. Gerakan tanam ini melibatkan peran aktif Brigade Pangan Sugih Mukti Milenial, yang menjadi motor penggerak transformasi pertanian modern di Batanghari.
Lebih lanjut, Idha menekankan empat poin krusial bagi keberlanjutan program, yaitu: Produktivitas Penyuluh: Penyuluh harus tetap produktif dalam mendorong petani dan Brigade Pangan untuk memaksimalkan pertanaman di lokasi CSR, Operasionalisasi Brigade Mendorong Brigade Pangan yang telah dibentuk agar segera operasional menjalankan usahatani secara mandiri dan profesional di lokasi Oplah maupun CSR, Kedisiplinan: Menekankan kepada seluruh penyuluh pertanian untuk tetap disiplin dan tertib bekerja sesuai aturan yang berlaku. Dan Kesiapan Brigade: Memastikan seluruh anggota Brigade Pangan selalu siap sedia dalam melakukan penanaman serentak.
Asisten II Bupati Batanghari dalam sambutannya menyatakan dukungannya terhadap program Kementan. Pemerintah Kabupaten Batanghari berkomitmen untuk terus memfasilitasi kebutuhan petani, terutama dalam integrasi mekanisasi pertanian yang saat ini tengah digalakkan melalui bantuan Alsintan dari kementerian.
Kegiatan diakhiri dengan penanaman padi menggunakan mesin transplanter dan tabela, sebagai simbol kolaborasi antara teknologi modern dan kearifan lokal dalam mewujudkan ketahanan pangan bangsa. (wsd) (*/Adv)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023