Pertanian dan Peternakan

NusaHorti 2026 Siap Digelar di ICE BSD, Kementan Dorong Branding dan Ekspor Hortikultura Indonesia ke Pasar Global

Friday, 27 February 2026 14:57 WIB
NusaHorti 2026 Siap Digelar di ICE BSD, Kementan Dorong Branding dan Ekspor Hortikultura Indonesia ke Pasar Global (Foto: Dok. Kementan)

Radarsuara.com - Kementerian Pertanian (Kementan)melalui Direktorat Jenderal Hortikultura akan menyelenggarakan Pameran Internasional NusaHorti 2026 pada 12–14 Juni 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD. Kegiatan yang direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ini digelar untuk memperkuat promosi, meningkatkan nilai tambah, serta mendorong daya saing dan ekspor produk hortikultura Indonesia melalui pameran, edukasi, kompetisi, dan forum bisnis berskala internasional.

NusaHorti 2026 dirancang sebagai ajang promosi, edukasi, dan kompetisi produk hortikultura nasional yang menargetkan partisipasi pelaku usaha, petani, investor, buyer internasional, serta pemangku kepentingan terkait. Konsep ini terinspirasi dari keberhasilan pameran Nusatic yang dinilai efektif dalam membangun branding dan mendorong transaksi bisnis. Model serupa diharapkan dapat direplikasi di sektor hortikultura untuk memperkuat citra dan posisi produk Indonesia di pasar global.

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Freddy Lumban Gaol mengatakan Kementerian Pertanian telah menyiapkan langkah strategis guna memperluas pemasaran produk segar Dan olahan dari pelaku usaha  hortikultura, baik Dalam maupun luar negeri.

“Produk  hortikultura Indonesia sangat beragam dan memiliki kualitas yang kompetitif. Melalui NusaHorti 2026, kami ingin memperkenalkan produk-produk tersebut ke pasar global. Kami optimistis, sejumlah produk olahan nasional mampu bersaing, bahkan unggul dibandingkan produk sejenis dari negara lain,” ujar Freddy.

Dalam audiensi persiapan kegiatan, disampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi hortikultura eksotik yang besar, namun belum memiliki pameran hortikultura khusus berskala internasional. Sebagai perbandingan, Thailand secara rutin menyelenggarakan pameran hortikultura internasional setiap tahun dan mampu mendongkrak nilai ekspor komoditasnya, termasuk durian ke pasar Tiongkok dengan nilai signifikan. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi Indonesia untuk memperkuat promosi dan branding melalui wadah pameran internasional.

Penyelenggara kegiatan, Sugiarto, menjelaskan NusaHorti akan mengusung tiga pilar utama.

“Pertama, demo dan display produk unggulan serta heritage hortikultura Indonesia. Kedua, integrasi teknologi dan edukasi melalui pemanfaatan artificial intelligence dan virtual reality untuk tur kebun hortikultura serta talkshow industri. Ketiga, penyelenggaraan kontes buah unggulan nasional,” kata Sugiarto.

Ia menambahkan, pada tahap awal kontes akan difokuskan pada komoditas mangga, alpukat, dan melon yang direncanakan diluncurkan pada Maret 2026. Selain itu, akan ditampilkan komoditas eksotik seperti Blue Java Banana serta produk olahan hortikultura dari UMKM binaan pascapanen.

Dalam pembahasan juga ditekankan pentingnya penguatan aspek legalitas dan standarisasi melalui sertifikasi Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP) bagi peserta. Standar ekspor, khususnya untuk komoditas durian, turut menjadi perhatian agar produk Indonesia semakin siap menembus pasar internasional. Komoditas manggis yang dikenal sebagai “Queen of Fruits”, di mana Indonesia merupakan salah satu produsen dan eksportir utama dunia, juga diharapkan menjadi ikon dalam penyelenggaraan NusaHorti 2026.

Freddy menyambut baik inisiatif tersebut dan mendorong agar NusaHorti tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga menghadirkan sesi business matching untuk mempertemukan petani dan pelaku usaha dengan investor maupun pembeli internasional.

“Kami berharap NusaHorti 2026 menjadi momentum strategis untuk mendorong promosi, peningkatan nilai tambah, dan penguatan posisi hortikultura Indonesia di kancah internasional melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, petani, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Doktor Pertanian Jebolan Hokkaido University of Japan itu juga mengusulkan adanya pemberian penghargaan bagi tokoh yang berkontribusi dalam pengembangan hortikultura, penyediaan ruang partisipasi bagi petani lokal, serta sinergi dengan BUMN dan sektor perbankan, termasuk Bank Indonesia, guna mendukung penguatan ekosistem agribisnis dan pendampingan UMKM.

Mengingat waktu pelaksanaan yang tinggal sekitar empat bulan, publikasi dan sosialisasi kegiatan akan segera dilakukan secara masif agar menjangkau dinas pertanian daerah, pelaku usaha, asosiasi, dan mitra strategis lainnya di seluruh Indonesia maupun mancanegara.

Pada pertemuan panitia yang digelar di Kantor Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, 
tim majalah trubus, sponsorship Bank BRI, pemda papua barat dan papua, serta pelaku usaha dan asosiasi horti di indonesia terpantau hadir secara langsung. (*/Adv)

 

Komentar

You must login to comment...