Awali 2026, Kementan Perkuat Sinergi dan Akuntabilitas Kinerja
Friday, 16 January 2026 12:36 WIB
Awali 2026, Kementan Perkuat Sinergi dan Akuntabilitas Kinerja (Foto: Dok. Kementan)
Radarsuara.com - Pentingnya koordinasi kerja sejak awal tahun menjadi kunci agar setiap langkah dan kegiatan dapat berjalan lebih terencana dan efektif. Dengan koordinasi yang kuat, target organisasi tidak hanya disusun di atas kertas, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dan terukur.
Sebagai langkah strategis tersebut, Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari menggelar koordinasi kinerja tahun 2026 pada Kamis (15/1/2026) di Malang.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh unsur manajemen serta perwakilan staf dari setiap bagian dan tim kerja di lingkungan BBIB Singosari. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan program, target, serta langkah kerja agar seluruh unit memiliki pemahaman dan arah yang sama.
Rapat kinerja ini turut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Nuryani Zainuddin, serta perwakilan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memberikan penguatan, khususnya dalam aspek kebijakan, tata kelola organisasi, dan pengelolaan keuangan balai.
Dalam arahannya, Nuryani Zainuddin menyampaikan apresiasi atas capaian BBIB Singosari dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Ia menilai BBIB Singosari berhasil menunjukkan kinerja yang baik hingga ditetapkan sebagai lokus penilaian pelayanan publik oleh Kementerian PANRB yang mewakili Kementerian Pertanian. “Capaian ini harus terus dijaga dan ditingkatkan, karena menjadi cerminan kualitas layanan dan tata kelola yang baik,” ujar Nuryani.
Selain itu, Nuryani juga menyoroti rekognisi internasional dari FAO terhadap BBIB Singosari atas perannya dalam kerja sama Selatan–Selatan. Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa praktik baik yang dikembangkan BBIB Singosari tidak hanya berdampak di tingkat nasional, tetapi juga memberikan kontribusi pada pengembangan sektor peternakan secara global.
Sejumlah fokus dan target tahun 2026 turut dibahas dalam rapat tersebut. Di antaranya optimalisasi pemanfaatan aset hasil pembiayaan SBSN, pencapaian target Badan Layanan Umum (BLU) melalui pemanfaatan aset yang ada, penguatan Sistem Pengendalian Intern (SPI), serta kepatuhan pelaporan LHKPN paling lambat 31 Maret 2026. Selain itu, penyusunan laporan tahunan 2025 dan pencapaian target reformasi birokrasi juga menjadi perhatian utama.
Pengembangan unit usaha yang telah mendukung pasokan MBG juga diharapkan terus ditingkatkan, seiring dengan upaya penambahan populasi ternak guna memenuhi kebutuhan susu nasional. Dukungan dari KPPN Malang dalam rapat ini dinilai penting untuk memperkuat kualitas kinerja keuangan dan memastikan pengelolaan anggaran berjalan secara akuntabel dan transparan.
Sementara itu, Kepala BBIB Singosari Akbar menegaskan bahwa keberhasilan pencapaian target kinerja 2026 sangat bergantung pada kekompakan dan soliditas seluruh pegawai. “Sinergi antarunit kerja harus terus dijaga. Dengan saling mendukung dan bekerja sama, target yang telah ditetapkan dapat dicapai secara optimal,” tegas Akbar.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Pakta Integritas, Komitmen Mewujudkan Zona Integritas, serta Komitmen Pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan BBIB Singosari. (*/Adv)
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023