Aceh Dalam Ingatan
Sunday, 04 January 2026 20:42 WIB
Foto: M. Chairul Arifin, Purnabakti Kementan, Alumni Unair
Radarsuara.com - Aceh telah mengalami berbagai fase sejarah dan bencana besar, mulai dari penetapan sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) pada 1989, pembentukan status otonomi khusus sebagai Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), hingga bencana besar seperti tsunami 2004 dan galodo di Sumatera belakangan ini.
Pada masa DOM (1989–1998), pendekatan militer untuk menumpas Gerakan Aceh Merdeka (GAM) justru memperkuat posisi GAM di mata rakyat. Ironisnya, setelah konflik, GAM justru memenangkan pemilu dan memimpin pemerintahan Aceh.
Pemerintah kemudian memberikan status otonomi khusus berbasis syariat Islam, namun kebijakan ini dianggap terlalu cepat dan hanya bersifat simbolik—ibarat memberi permen kepada anak SD. Hasilnya, penyelesaian jangka panjang tidak benar-benar menyentuh akar persoalan.
Ketika tsunami melanda pada 2004, dunia turut membantu. Namun, bencana ekologis seperti galodo belum tertangani secara maksimal. Koordinasi bantuan masih lemah, hingga pemimpin daerah pun terlihat frustrasi di hadapan publik
Pengalaman panjang ini menunjukkan penanganan Aceh tak bisa hanya lewat pendekatan keamanan atau top down. Harus dibuka ruang dialog yang inklusif, partisipatif menghormati kearifan lokal. (*/Adv)
Depok, 2 Januari 2026
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023