Pertanian dan Peternakan

Kementan Sigap Pulihkan Sentra Hortikultura Pascabencana di Sumatera

Tuesday, 30 December 2025 19:26 WIB
Kementan Sigap Pulihkan Sentra Hortikultura Pascabencana di Sumatera (Foto: Dok. Kementan)

Radarsuara.com  - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memerintahkan seluruh jajarannya untuk bergerak sigap, tanggap, cepat, dan tepat dalam memulihkan kawasan produksi pertanian yang terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera.

Fokus pemulihan diarahkan pada sentra hortikultura strategis, khususnya komoditas cabai, bawang merah, dan aneka sayuran, melalui penyaluran bantuan benih gratis kepada petani terdampak.

“Pemulihan produksi pertanian pascabencana tidak boleh lambat. Negara harus hadir dan memastikan petani bisa segera bangkit serta kembali berproduksi,” tegas Mentan Andi Amran Sulaiman dalam arahannya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian telah menyalurkan bantuan sarana produksi hortikultura ke tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Saat ditemui dilapangan, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufik Ratule, mengatakan bantuan disalurkan berdasarkan data lokasi terdampak yang dihimpun dari dinas pertanian daerah. Bantuan tersebut meliputi benih cabai dan aneka sayuran dalam kemasan sachet, serta plastik mulsa untuk komoditas bawang merah.

“Sementara ini kami telah menyalurkan 1.886 sachet benih cabai, 2.306 sachet benih aneka sayuran, dan 525 roll plastik mulsa ke tiga provinsi terdampak. Bantuan ini bertujuan mempercepat pemulihan kawasan produksi hortikultura, agar petani segera bangkit dan produksi tetap terjaga,” jelas Taufik.

Senada dengan itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi, saat penyerahan bantuan benih di Aula Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, Senin (29/12), menegaskan bahwa bantuan difokuskan pada kawasan produksi yang mengalami kerusakan berat hingga puso.

“Untuk komoditas cabai, kami prioritaskan Kabupaten Batubara karena lebih dari 440 hektare tanaman cabai di wilayah tersebut dinyatakan puso. Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian melalui Dirjen Hortikultura, kami lakukan langkah cepat dengan menyalurkan benih cabai bermutu kepada petani. Semangat dan antusiasme petani untuk kembali menanam cabai harus terus kita jaga,” ujar Agung.

Selain benih cabai, Ditjen Hortikultura Kementan juga menyalurkan benih aneka sayuran, di antaranya bayam, pakcoy, jagung manis, caisim, buncis, dan kangkung. Sementara itu, untuk kawasan bawang merah yang terdampak paling banyak dilaporkan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, bantuan difokuskan pada penyediaan plastik mulsa guna mendukung percepatan tanam kembali.

“Seluruh bantuan ini bersifat stimulan, untuk memacu motivasi petani agar segera kembali beraktivitas dan berproduksi pascabencana,” tambahnya.

Apresiasi atas langkah cepat Kementerian Pertanian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batubara, Suslistiawati Ritonga. Ia menyebut Batubara merupakan sentra cabai merah terbesar ketiga di Sumatera Utara setelah Kabupaten Karo dan Simalungun.

“Kami memiliki kawasan sentra cabai merah seluas 637,5 hektare. Akibat banjir kemarin, sekitar 429,5 hektare di antaranya mengalami puso. Kami sangat terbantu dengan bantuan benih cabai merah varietas Laju dari Kementerian Pertanian. Benihnya berkualitas dan disukai petani. Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan kepeduliannya,” ujar Suslistiawati.

Melalui langkah cepat dan terukur ini, Kementerian Pertanian optimistis pemulihan kawasan hortikultura terdampak bencana di Sumatera dapat segera terwujud, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. (*/Adv) 

 

Komentar

You must login to comment...

RadarSuara Logo

Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023

Tag Terpopuler