Kader Gerindra Ramai-Ramai Tolak Budi Arie Gabung Partai, Sebut Cuma Ingin 'Berlindung'
Thursday, 13 November 2025 10:05 WIB
Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo bersama para kader Projo. (Foto: Instagram @budiariesetiadi)
Radarsuara.com - Sejumlah pengurus daerah Partai Gerindra menolak rencana Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, bergabung ke partai yang kini dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Penolakan itu muncul lantaran mereka meragukan loyalitas Budi Arie dan menyoroti kasus hukum yang menyeret mantan Menteri Komunikasi dan Informatika tersebut.
Ketua DPC Gerindra Gresik, Asluchul Alif, menegaskan pihaknya tidak setuju jika Budi Arie diterima sebagai kader.
“Saya tidak setuju Budi Arie bergabung ke Gerindra. Sebab Gerindra tempat kader pejuang rakyat bukan tempat pencari jabatan,” kata Alif, dikutip Kamis, 13 November 2025.
Ia menilai Budi Arie hanya mencari jabatan setelah kehilangan posisi sebagai menteri.
Nada serupa disampaikan Ketua DPC Gerindra Kota Batu, Heli Suyanto.
Ia menilai partainya bukan tempat mencari perlindungan politik.
“Kalau cuma buat suaka kami menolak. Masih banyak kader Gerindra yang sangat loyal kepada Pak Prabowo. Di sini tempat loyalitas, bukan pencari suaka,” ujar Heli yang juga menjabat Wali Kota Batu.
Ketua DPC Gerindra Tulungagung, Ahmad Baharudin, menilai langkah Budi Arie ke Gerindra semata-mata demi perlindungan politik.
“Karena dia ingin berlindung di Gerindra sebagai partainya presiden,” katanya.
Sementara Ketua DPC Gerindra Sidoarjo, Mimik Idayana, meminta Prabowo menolak keanggotaan Budi Arie dengan alasan tidak sejalan dengan nilai-nilai partai.
“Mengingat Partai Gerindra partai politik yang nasionalis dan religius, tidak cocok untuk Budi Arie yang telah melakukan perbuat tercela dan merugikan bangsa rakyat Indonesia,” ujarnya.
Penolakan juga datang dari Ketua DPC Gerindra Pati, Hardi. Ia menegaskan Budi Arie tidak pernah berjuang membesarkan partai.
“Kita jelas menolak karena kita ini sudah mendirikan partai dengan jerih payah, dengan capek, tiba-tiba terus ada orang yang langsung masuk ke Partai Gerindra, kita jelas tidak okelah,” ucapnya.
Dari Sumatera Utara, Ketua DPD Gerindra Ade Jona Prasetyo juga menolak keras rencana tersebut.
Ia menilai kehadiran Budi Arie tidak sesuai dengan garis perjuangan partai dan bisa merusak citra Prabowo di mata publik.
“Kita tahu saat ini masyarakat Indonesia sangat mencintai Pak Prabowo. Kita tidak ingin ada hal-hal yang kemudian merusak rasa cinta, kepercayaan masyarakat terhadap Presiden,” kata Jona.
Ketua DPC Gerindra Pematangsiantar, Gusmiyadi, menilai niat Budi Arie bergabung ke Gerindra adalah langkah pragmatis untuk tetap berada di lingkaran kekuasaan.
“Rencana Budi Arie untuk bergabung ke partai Gerindra dipersepsikan masyarakat sebagai langkah pragmatis guna menjaga peluang dirinya untuk tetap berada pada episentrum kekuasaan Prabowo,” ujarnya.
Ia juga menyebut langkah itu bisa jadi cara berlindung dari kasus hukum yang menjeratnya.
“Langkah pragmatis tersebut dibaca sebagai sebuah cara untuk berlindung dari kasus hukum yang berpotensi melilit dirinya dan di sisi lain Budi Arie juga tentu berharap masih bisa mendapat posisi penting di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo,” imbuhnya.
Editor: Mahipal
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023