Nasional

Bagaimana Cara Pengangguran Bisa Bertahan Hidup? Ini Pengakuan Mereka

Monday, 11 August 2025 15:23 WIB
Cara pengangguran bertahan hidup. (Foto: Radarsuara.com)

Radarsuara.com - Dayat (Nama samaran), pria berusia 45 tahun yang tinggal di Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, sudah menganggur sekitar 25 tahun.

Kisahnya mengungkap bagaimana cara pengangguran dapat bertahan hidup. Dayat mengaku terakhir bekerja di usia antara 20-21 tahun.

“Terakhir kerja seinget saya umur 20-an, 21-an. Dulu kerja pas lulus SD, gaada biaya buat sekolah,” ungkap Dayat (Nama samaran) kepada Radarsuara.com, Senin, 11 Agustus 2025.

Ketika ditanyai tentang bagaimana caranya bertahan hidup tanpa pekerjaan dan penghasilan, Dayat terlihat sedikit bingung sebelum kemudian menjelaskan caranya.

“Saya juga gak tahu, namanya rezeki kan sudah gusti yang atur,” jelasnya.

Yang menjadi pertanyaan besar adalah Dayat merupakan sebatang kara, sejak kecil ia ditinggal kedua orang tuanya, ia sempat dirawat oleh almarhumah nenek saat kecil.

Sampai saat ini Dayat belum menikah, ia mengaku tidak punya keahlian apa-apa, hidup menganggur tidak punya pekerjaan dan penghasilan.

“Gak bisa apa-apa saya mah, dulu kerja dari pas lulus SD itu Cuma bantu-bantu saja jadi kuli bangunan, Cuma sempat kecelakaan pas kerja, jadi umur 20-an itu saya sudah gak kerja, gak kuat, kaki sakit badan sakit, tangan bengkok ini,” tutur Dayat menceritakan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Dayat mengandalkan alam dan kebaikan tetangga-tetangganya.

“Saya biasanya cari pucuk paku (tanaman liar yang bisa dikonsumsi), kalau ada tetangga baik suka ngasih beras alhamdulillah, saya masak pakai kayu bakar, gak punya apa-apa,” tutur Dayat.

Saat ini Dayat tinggal di bangunan kecil dekat kandang ternak kambing milik warga setempat.

“Kadang juga saya mancing saja di sungai-sungai, suka dapat itu ikan kecil-kecil buat makan, kadang juga ambil belut di sawah orang,” ungkapnya.

Selain itu, Dayat juga kerap menerima manfaat dari beberapa program bantuan sosial dari pemerintah.

“Iya alhamdulillah pemerintah desa amanah di sini, saya pasti selalu dapat Bansos kalau lagi ada, bahkan beberapa kali diantar langsung ke sini,” pungkasnya.

Selain Dayat, ada juga Ripal (Nama samaran), pemuda berusia 26 tahun yang merupakan pengangguran.

Ia belum pernah mendapat pekerjaan sejak lulus sekolah, hidupnya bergantung pada empati dan simpati saudara-saudara, dan tetangga.

Ripal mengaku pernah mendaftar program Kartu Pra-kerja dan mendapat bantuan uang tunai dari pemerintah, namun sayangnya ia tidak memanfaatkan kesempatan itu dengan baik.

“Iya saya cuma daftar aja program pra-kerja, tapi gak ikut pelatihan, cuma buat dapat uangnya aja, hehe saya gak ngerti, malas juga,” pengakuan Ripal.

Sikap Ripal sangatlah tidak layak ditiru, program pra-kerja harusnya dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk meningkatkan keahlian dan kesiapan kerja.

Editor: Mahipal

Komentar

You must login to comment...

RadarSuara Logo

Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023