Pertanian dan Peternakan

UNEJ Kembangkan Sistem Pertanian Presisi untuk Kemajuan Petani Kecil

Sunday, 04 August 2024 12:48 WIB
"Ilustrasi" UNEJ Kembangkan sistem pertanian presisi untuk kemajuan petani kecil.(Foto: Pixabay.com/nbthang)

Radarsuara.com - Universitas Jember (UNEJ) sedang berupaya mempelajari dan mengembangkan sistem pertanian presisi untuk membantu kemajuan sektor pertanian di Indonesia.

Upaya itu dilakukan para akademisi UNEJ dengan cara melakukan riset dan pembelajaran, agar ditemukan sistem, konsep dan strategi pertanian presisi yang sesuai dan dapat bermanfaat bagi para petani.

Sistem pertanian presisi adalah sistem pertanian terpadu berbasis teknologi informasi dalam upaya efisiensi, optimalisasi sumber daya, meningkatkan produksi, dan menghindari dampak negatif lingkungan hidup.

Sistem pertanian presisi juga mengandalkan sentuhan manajemen lahan berdasarkan pengamatan, pengukuran, dan penelitian menggunakan teknologi digital.

Profesor Bayu Taruna Widjaja Putra selaku Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UNEJ, menjelaskan bahwa penelitian di bidang pertanian saat ini perlu difokuskan pada bagaimana teknologi pertanian presisi dapat disesuaikan dengan kondisi setempat dan diterapkan secara efektif bagi petani kecil.

"Melalui pengelolaan pertanian yang disesuaikan, kita dapat mencapai tujuan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi pemborosan makanan. Oleh karena itu perkenalan teknologi canggih dan praktik pertanian presisi kepada petani kecil harus diberlakukan," ucapnya dikutip pada Minggu, 4 Agustus 2024.

Menurut Bayu, sistem pertanian presisi tidak hanya menawarkan peningkatan produktivitas, namun juga keberlanjutan lingkungan hidup yang mendukung sektor pertanian di masa depan.

"Dengan cara ini, kita tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas tetapi juga menjaga keberlanjutan sektor pertanian di masa mendatang," lanjutnya.

Maka dari itu UNEJ turut hadir dalam gelaran International Conferences on Precision Agriculture (ICPA) ke-16 yang digelar oleh organisasi global International Society of Precision Agriculture (ISPA) di Jerman, 21-24 Juli 2024. 

Dimana Profesor Bayu Taruna Widjaja Putra sebagai perwakilan dari Indonesia melakukan pertemuan dengan Dr. Manuela Zude-Sasse dari Leibniz-Institute for Agricultural Engineering and Bioeconomy (ATB) yang juga merupakan perwakilan Jerman di International Association of Precision Agriculture (ISPAG).

Bayu Taruna menjelaskan bahwa pertemuan itu membahas berbagai aspek penting kerja sama dalam pengembangan teknologi pertanian presisi, khususnya untuk mendukung petani kecil.

"Pertemuan ini menandai langkah penting dalam upaya kolaboratif untuk memperkenalkan teknologi canggih dan praktik pertanian presisi kepada petani kecil. Melalui Center of Excellence on Artificial Intelligence (AI) untuk industri pertanian dan laboratorium pertanian presisi dan geoinformatika, apalagi UNEJ secara aktif melakukan riset terkait pertanian presisi ini. Di kesempatan ini UNEJ berkomitmen untuk mengembangkan teknologi yang dapat diaplikasikan dalam pertanian industri, khususnya bagi petani kecil," pungkasnya.

Penulis: Mahipal

Komentar

You must login to comment...