Kisah Peternak Ayam Hias di Yogyakarta, Berukuran Sangat Kecil Tapi Harga Tembus Rp150 Juta per Ekor
Sunday, 19 May 2024 11:00 WIB
Didit peternak ayam serama, (Dok: YouTube CapCapung)
Radarsuara.com - Didit, peternak ayam hias berukuran sangat kecil di Kelurahan Kadipaten, Kraton, Yogyakarta, membagikan kisah suksesnya.
Tak hanya kecil, ayam hiasnya yang juga memiliki dada membusung diklaim menjadi atam ternak terkecil di dunia.
Jenis ayam yang diternak Didit adalah ayam Serama, ayam hias yang biasanya digunakan untuk kontes, bukan untuk dikonsumsi.
Didit menjelaskan bahwa ayam yang diternaknya bukan asli Indonesia, melainkan berasal dari Malaysia.
"Ayam Serama ini termasuk ayam hias yang bukan asli dari Indonesia, ayam ini memang asli dari Malaysia. Jadi, kalau dilihat sekilas memang mirip dengan ayam Kate," ucap Didit dilansir dari CapCapug, Minggu 19 Mei 2024.
Didit menceritakan awal mula dirinya beternak ayam hias karena hobi. Dia senang dengan ayam Serama dan kemudian mengembangbiakkannya. Hingga saat ini, jumlah ayam yang dimilikinya mencapai 200 ekor.
"Saya lihat kok ayam ini menarik karena termasuk ayam kecil sedunia, jadi saya pelihara mulai dari sepasang. Kemudian beranak pinak, dan sekarang, di tahun 2024 ini, jumlahnya hampir 200 ekor," tutur Didit.
Didit juga menjelaskan bahwa perawatan ayam Serama tidak jauh berbeda dengan ayam pada umumnya. Yang terpenting adalah menjaga kesehatannya.
"Ayam Serama ini tidak berbeda dari ayam yang lain dalam perawatannya. Yang penting adalah perawatan dan kesehatan, karena ayam itu butuh kesehatan," jelasnya.
Didit juga menyampaikan bahwa pakan yang diberikan harus berkualitas baik, kandang harus selalu terjaga kebersihannya, dan ayam harus dijemur setiap pagi agar tetap sehat.
"Pakannya harus baik, kemudian kebersihan kandang harus dijaga. Setiap pagi, ayam harus dikeluarkan dan dijemur," lanjutnya.
Harga ayam hias jauh lebih mahal dibandingkan ayam konsumsi. Didit menceritakan bahwa ia pernah menjual ayam dengan harga mencapai Rp150 juta per ekor.
"Pernah satu ekor ayam itu seharga mobil, waktu itu sampai Rp150 juta," pungkasnya.
Penulis : Mahipal
Editor : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023