ITB Kenalkan Jurusan Rekayasa Pertanian, Ciptakan SDM yang Maksimalkan Produksi Pangan
Wednesday, 13 March 2024 10:00 WIB
Ilustrasi pertanian (Dok.Pixabay)
Radarsuara.com - Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkenalkan Rekayasa Pertanian sebagai jurusan baru di kampusnya.
Jurusan ini diklaim menjadi upaya untuk meningkatkan sektor pertanian di Indonesia khususnya di Jawa Barat.
Muttaqin Abdul Hamid, selaku Kepala BSO (Badan Semi Otonom) Himpunan Mahasiswa Jurusan Rekayasa Pertanian Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah sebanyak 9 kali.
Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan jurusan mereka kepada lebih banyak pelajar yang tertarik untuk mendalami bidang tersebut.
"Kami mengunjungi berbagai sekolah, termasuk SMA-SMA, dengan tujuan untuk memperkenalkan jurusan baru kami di ITB, yaitu Rekayasa Pertanian," ujar Muttaqin, Rabu 13 Maret 2024.
Muttaqin menjelaskan, Program Studi Sarjana Rekayasa Pertanian adalah jurusan yang menggabungkan ilmu hayati, ilmu pertanian, teknologi dan prinsip rekayasa biosistem untuk memberikan solusi terhadap masalah dalam proses produksi pertanian atau pangan masyarakat.
Tujuannya, adalah untuk menghasilkan sistem atau hasil produksi pertanian yang optimal, efisien dan berkelanjutan.
Melalui program studi ini, kata Muttaqin, ITB ingin melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu merancang sistem pertanian terpadu yang ramah lingkungan, dengan menghasilkan biomassa yang tinggi melalui sistem yang efisien secara energi, materi dan ekonomi, untuk memenuhi kebutuhan produk pertanian masyarakat.
Di samping itu, demi menciptakan sumberdaya manusia pertanian yang unggul, Program Studi S1 Rekayasa Pertanian menyusun skema pendidikan pertanian untuk menghasilkan engineer pertanian profesional.
Skema ini dibangun berdasarkan 10 konsep yang menjadi landasan pengembangan pendidikan, termasuk Manajemen Bioegional, Pengelolaan Lingkungan, Keanekaragaman Hayati, dan lainnya.
"Konsep-konsep ini kemudian dijadikan perumusan body of knowledge program studi yang mencakup sains dasar hingga ilmu rekayasa dan manajemen," jelas Muttaqin.
Dia meyakini lulusan jurusan Rekayasa Pertanian memiliki berbagai peluang karir, termasuk di instansi pemerintah seperti Departemen Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Lingkungan Hidup dan Kehutanan, baik sebagai pegawai ASN maupun non-ASN.
Selain itu, mereka juga dapat bekerja di industri pertanian seperti industri kelapa sawit dan industri benih, serta industri penyedia sarana produksi pertanian seperti perusahaan pupuk dan pestisida.
"Peluang karir juga terbuka di lembaga penelitian seperti Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau World Resources Institute (WRI) Indonesia, serta berbagai instansi lainnya," kata Muttaqin.
Penulis : Mahipal
Editor : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023