Pertanian dan Peternakan

Peternakan Itik Alabio Jadi Isu Strategis

Thursday, 15 February 2024 16:09 WIB
Itik Alabio. (Dok.Fb@disbunnaksulsel)

Radarsuara.com - Untuk menjaga ketahanan pangan, Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor fokus mendorong pembangunan peternakan, salah satunya dengan pengembangan Itik Alabio.

Dirinya menegaskan, pembangunan peternakan itik harus dilakukan melalui pengembangan usaha dan agribisnis yang berdaya saing, kerakyatan, berkelanjutan dan terintegrasi.
 
Untuk mewujudkan itu, pihaknya mengeluarkan program prioritas yakni Sistem Integrasi Itik Lahan Rawa dan Lahan Kering (SITI HAWA LARI).
 
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalsel, Suparmi mengatakan, pihaknya memberikan edukasi mengenai potensi itik Alabio sebagai Sumber Daya Genetik Hewan (SDGH) lokal yang bernilai jual tinggi.
 
Dalam menjalankan program tersebut, pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi kepada kelompok ternak penerima bantuan itik Alabio 2023.
 
"Ya, ini sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para peternak terkait teknik budidaya hingga hilirisasi itik," ungkapnya.
 
Dirinya menjelaskan, bahwa Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah Wilayah Sumber Bibit (Wilsumbit) Itik Alabio sehingga perlu kelestarian dan tetap terpeliharanya kemurnian Itik Alabio.
 
Suparmi menyebut, Pemprov Kalsel dalam melaksanakan program SITI HAWA LARI berbasis pentahelix, tidak hanya melalui Disbunnak saja tetapi juga bersinergi dan berkolaborasi dengan multistakeholder.
 
Selain itu kolaborasi juga dilakukan  dengan Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui UPT Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT).
 
"Jadi, mereka telah memberikan bantuan ribuan ternak itik ke beberapa kelompok di Kabupaten Hulu Sungai Utara pada 2023, dan saat ini dikembangkan oleh para peternak," jelasnya.
 
Dirinya berpendapat, bawa Kalsel memiliki potensi peternakan, sebab didukung dengan sumber daya alam yang luas dan pakan lokal yang melimpah serta lahan rawa dan lahan kering yang belum dimanfaatkan secara optimal.
 
"Itu bisa jadi modal utama untuk peningkatan produktivitas dan populasi ternak lokal yaitu Itik Alabio guna mewujudkan swasembada protein dan ketahanan pangan,” pungkasnya.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...