Lingkungan Hidup

Pemkab Bogor dan Pemkot Bekasi Siap Kolaborasi Atasi Pencemaran Sungai Cileungsi

Monday, 22 January 2024 12:07 WIB
Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu dan PJ Wali Kota Bekasi Pj Walikota Bekasi, R. Gani Muhamad tandatangani MOU Penanganan Pencemaran Lingkungan. (Dok.radarsuara.com)

Radarsuara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, menjadikan persoalan pencemaran lingkungan di Sungai Cileungsi sebagai salah satu poin prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025- 2045 maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahunan.

Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu mengugkapkan, dua pemerintah daerah ini telah menandatangani nota kesepakatan sejak tahun 2019. Dimana kerja sama tersebut membahas khusus soal masalah banjir serta pencemaran di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cileungsi, termasuk di Kali Bekasi yang kerap kali terjadi.
 
"Kami merumuskan penanganannya baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Kebetulan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi saat ini sama-sama sedang menyusun dokumen RPJPD dan RPJMD. Kami ingin ini sejalan dengan komitmen yang kami bangun untuk mengatasi persoalan banjir dan pencemaran di Sungai Cileungsi yang selama ini terjadi," kata Asmawa, Senin 22 Januari 2024.
 
Jika solusi telah dirumuskan dan disepakati kedua daerah, kata Asmawa, maka selanjutnya apa yang sudah disusun tersebut akan diusulkan kepada pemerintah pusat.
 
Asmawa menjelaskan, persoalan banjir dan pencemaran sungai tidak bisa selesai dengan hanya mengandalkan Pemkab Bogor juga Bekasi bahkan bersama Pemprov Jawa Barat sekalipun. Sebab, ada banyak masyarakat di dalamnya. 
 
Apalagi, kata dia, dua daerah ini merupakan yang paling dekat dengan Ibu Kota. Sehingga membutuhkan perhatian lebih akan setiap persoalan yang terjadi.
 
"Saya sampaikan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor, momentum saat ini adalah momentum kita sebagai birokrasi memberi warna bagi perjalanan pemerintahan untuk 20 tahun ke depan," ungkap Asmawa.
 
Pj Walikota Bekasi, R. Gani Muhamad mengatakan, masalah lingkungan ini sangat penting untuk dilakukan penataan. Apalagi disaat musim kemarau kemarin, sumber air minum terganggu akibat dampak dari pencemaran, begitupun kalau hujan. 
 
"Jadi masalah pencemaran ini harus bisa ditekan sekecil mungkin. Kemudian permasalahan klasiknya adalah masalah kewenangan, maka kita coba sinergikan. Saya berharap ini bisa dilakukan secara berkelanjutan," kata dia.
 
Penulis : Dony PH
Editor    : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...

RadarSuara Logo

Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023

Tag Terpopuler