Pertanian dan Peternakan

Sukoharjo Butuh Pertanian Terintegrasi 

Tuesday, 31 October 2023 16:05 WIB
Komisi B Jateng Sarno saat berkunjung ke Rohani Farm House Kabupaten Sukoharjo. (Dok.Jatengprov.go.id)

Radarsuara.com - Komisi B DPRD Provinsi Jateng menilai bahwa untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Kabupaten Sukoharjo dibutuhkan pertanian terintegrasi dengan peternakan untuk meningkatkan produksi pangan.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi B Jateng Sarno saat berkunjung ke Rohani Farm House Kabupaten Sukoharjo. Menurutnya pertanian terintegrasi meliputi tanaman pangan, perikanan, dan peternakan.
 
"Kami merasa petani yang sudah menggarap tanaman pangan adalah hal utama yang harus diperhatikan, tapi kedepan harus membangun kawasan pertanian terintegrasi," ujar Sarno.
 
Sementara, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sri Marnyuni menekankan, mengenai Raperda Kedaulatan Pangan banyak lumbung desa itu harus ada.
 
"Itu yang bertanggung jawab, kerjasama antara desa dan kota juga harus dicek. Jangan sampai masyarakat mengalami kesusahan mendapatkan bahan pokoknya karena hal itu untuk menopang kebutuhan masyarakat,” kata Sri.
 
Masih kata dia, bahwa Provinsi Jateng merupakan lumbung pangan nasional karena mempunyai lahan pertanian yang luas dengan jumlah penduduk yang padat. 
 
"Jadi kami berharap, daerah ini bisa  menghasilkan produk pangan bagi masyarakat,” tambahnya. 
 
Sementara Sekretaris Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo Uyun Hermawati
mengaku sangat apresiatif dengan upaya Komisi B yang kini menyusun Raperda Kedaulatan Pangan. 
 
"Sukoharjo belum memiliki raperda yang mengatur tentang pangan. Namun, ada Perda Cadangan pangan Nomor 13 Tahun 2012,” kata Uyun.
 
Masih kata dia, untuk membantu ketahanan pangan, pihaknya memiliki trik dengan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), yang semula sekali panen setahun sekali menjadi 2 kali atau lebih.
 
Diakuinya bahwa saat ini lahan yang dikelola disini bisa sampai 3 kali panen dengan menggunakan benih super. Benih normal biasa panen 110 hari, kalau disini menggunakan benih Genjah yang bisa 80 hari panen.  "Jadi, lahan bisa tanam dan panen setahun sampai 3 kali,” tandasnya.
 
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...