Ketua Poktan Tunas Baru Sahidin mengatakan, bahwa musim kemarau panjang telah melanda sejumlah daerah, tetapi diwilayahnya produktifitas pertanian terus berjalan.
"Kemarau sudah melanda tiga bulan terakhir, tapi tidak mempengaruhi hasil panen dan hari ini kami panen yang kedelapan," kata Sahidin.
Sementara Penyuluh Pertanian Desa Lubuk Pabrik Mizwan Djufrie SP memperkirakan panen cabai merah yang dikelola Poktan Tunas Baru akan terus berlanjut.
Penanaman yang dilakukan dilahan seluas dua hektar bantuan dari APBD Provinsi Babel Tahun 2023 kini telah panen sekitar 5,2 ton dan meraup untung hingga puluhan juta rupiah.
"Perkiraan kami total panen bisa mencapai 20 ton. Karena itu kami mengucapkan terimakasih atas bantuan ini," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Edi Romdhoni memperkirakan panen 10 ton per hektar, sehingga kalau dua hektar hasil panen 20 ton.
"Kalau harga (jual) kita ambil Rp 30 ribu per kilo jadi satu hektar petani kita bisa dapat duit Rp 300 juta. Sementara modal kurang lebih Rp 80 juta," kata Edi.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...