Pupuk organik yang diolah berbahan baku dari sampah yang menumpuk di Pasar Jetis, dengan kreatifitasnya diolah sehingga jadi memiliki nilai ekonomis.
Dia menjelaskan, alasan tertarik membantu petani dengan membuat pupuk organik, karena selama ini mahalnya harga pupuk dan kadang terjadi kelangkaan merupakan persoalan serius bagi petani.
Selain itu, tumpukan sampah juga menjadi persoalan sejak dulu di pasar Jetis. Sehingga dirinya berinisiatif membantu menyelesaikan persoalan sampah sekaligus membawa manfaat buat para petani.
"Jadi, kami kelola sampah sampah ini dengan kreativitas diantaranya, menjadikannya pupuk organik yang bermanfaat bagi masyarakat," ungkap Briptu Veronita
Setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak, akhirnya dia bersama warga mampu membangun tempat pengolahan sampah yang bekerjasama dengan pemerintah desa setempat.
"Sampah dipilah-pilah, antara yang organik dan non organic, kemudian sampah organik dicacah dan difermentasi hingga satu bulan. Hasilnya di saring dijadikan pupuk,” tambahnya.
Atas aksinya tersebut, Briptu Veronita mendapatkan apresiasi dari Kapolres Ponorogo, yang mampu bersinergis dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Saya berharap apa yang dilakukan oleh anggotanya itu dapat menginspirasi anggota yang lain dan juga Masyarakat," ujar Kapolres.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...