Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 3 hari, mulai 22 hingga 24 Agustus 2023. Para peserta diberi wawasan nilai gizi dari limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak
Kepala DPKH Kabupaten Manggarai Barat Abidin berharap, setelah mendapat pelatihan, para peternak bisa mandiri membuat pakan alternatif sendiri.
Dia menjelaskan, selama ini dirinya sering menerima keluhan bahwa tantangan utama para peternak di wilayah Kabupaten Manggarai Barat adalah tentang ketersediaan pakan.
"Peternak mengalami kesulitan mendapatkan pakan di musim kemarau, kalaupun beli harganya cukup mahal, sehingga menjadi berat sekali bagi para peternak," ujar Kadis.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah memberikan solusi dengan memberikan pelatihan bagi para peternak.
"Ini merupakan inovasi sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di di Kabupaten Manggarai Barat. Serta mengatasi masalah keterbatasan pakan ternak di musim kemarau," ujarnya.
Menurut dia, pelatihan pengelolaan pakan ternak juga dapat meningkatan kompetensi peternak itu sendiri, juga menumbuhkan semangat petani l dalam memanfaatkan potensi bahan baku untuk ternak.
"Pakan hijauan bagus untuk ternak ruminansia lantaran berserat kasar tinggi. Kami akan terus hadir mendampingi para peternak agar proses peternakan tidak mengalami kendala," tandas dia.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...